Konflik Rusia dan Ukraina kian Memanas

- Jumat, 28 Januari 2022 | 09:46 WIB
Para warga Ukraina latihan perang antisipasi serangan Rusia. (AP/Efrem Lukatsky   (Foto : AP/Efrem Lukatsky  )
Para warga Ukraina latihan perang antisipasi serangan Rusia. (AP/Efrem Lukatsky (Foto : AP/Efrem Lukatsky )

BPKPNEWS.COM

 

Konflik Rusia dan Ukraina semakin memanas, bahkan Amerika, Ukraina dan beberapa negara Barat kerap menuduh Moskow berencana melakukan invasi pada Kiev.

Sementara itu, atas tuduhan tersebut pihak Rusia terus membantah dan mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan diri menghadapi ancaman dari Kiev dan NATO. Rusia khawatir bergabungnya Ukraina dan NATO dapat membawa ancaman bagi Moskow.

Ada apa dengan gelagat Rusia, termasuk AS dan NATO terkait situasi panas kawasan Laut Hitam terutama Ukraina?

Menurut pengamat Hubungan Internasional (HI) Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, Rusia tak akan memulai perang.

Baca Juga: Inspektur Jenderal Kementerian Hukum Dan Ham Berikan Sertifikat KIK Pada Wabup Rahmang

Penempatan pasukan Moskow di perbatasan Kiev semata-mata adalah persiapan atas ancaman bila Ukraina memutuskan bergabung dengan NATO.

"Tapi yang dikhawatirkan oleh Rusia adalah, mereka memiliki perbatasan yang sangat panjang, puluhan kilometer, dan dikhawatirkan Ukraina akan menjadi front depan dari NATO untuk merusak Rusia," kata Rezasyah kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/1).

Selain itu, Rezasyah menilai Rusia menyadari risiko yang bakal mereka hadapi bila dia menyerang Ukraina, begitu pula AS.

Baca Juga: Aksi Unjuk Rasa Menuntut Pemecatan Arteria Terus Bergelora Hari ini di Depan Gedung DPR/MPR RI

"Jika Rusia menyerang, akan merugikan mereka. Akan menjadi alasan bagi Amerika Serikat dan NATO menggerakan PBB untuk mengutuk Rusia, mengeluarkan resolusi lewat Majelis Umum, termasuk mempersenjatai NATO secara besar-besaran," lanjut Rezasyah.

"Karena kalau sampai ada konflik yang dimulai Rusia, Rusia akan rugi sendiri. Yang dipikirkan adalah nama baik Rusia hancur. Jadi Amerika Serikat bisa bermain di dewan keamanan, bisa bermain di majelis umum, kemudian bisa bermain di level dunia untuk memperburuk citra baik Rusia."

Salah Langkah, Rusia Malah Bikin Kehadiran NATO Makin Kuat
Menurut The Guardian, penempatan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina yang tadinya digunakan untuk menekan Kiev, malah memperkuat keberadaan NATO di wilayah tersebut.

Baca Juga: Ratusan Anggota LSM GMBI Diamankan Polda Jawa Barat, Inilah Penyebabnya

AS dan NATO memiliki alasan untuk lebih menempatkan pasukan mereka di titik rawan itu karena keberadaan pasukan Rusia, meski Moskow mengatakan penempatan itu dilakukan untuk mempersiapkan diri mengatasi ancaman NATO dan Ukraina.

Penumpukan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina juga meyakinkan banyak analisis keamanan jika Moskow kini bersiap menyerang Ukraina.

Selain itu, langkah Rusia membuat negara itu berhadapan dengan risiko ekonomi dan politik yang serius. Beberapa negara Barat menanggapi dengan serius ancaman perang ini, mengancam sanksi berat, dan bahkan memerintah evakuasi diplomat di Ukraina karena 'ancaman perang ini.'

Baca Juga: Kejaksaan Agung kembali Memeriksa seorang Saksi inisial PH dalam Kasus Korupsi PT ASABRI

Meski AS kerap melakukan tindakan 'preventif' dari 'kemungkinan' perang antara Rusia-Ukraina, Rezasyah menilai Washington sebenarnya tahu perang tak akan terjadi.
Menurut Rezasyah, AS tidak ingin bertarung di dua medan perang, karena dinilai tidak sanggup.

Rezasyah menyinggung kemungkinan AS bakal terlibat dalam perang di Eropa dan konflik di Laut China Selatan akibat China.

Menurut Rezasyah, AS tidak mungkin menang bila harus berperang di dua wilayah dalam waktu yang bersama.

Meski demikian, AS tetap berusaha mengurangi kekuatan Rusia lewat pembingkaian 'invasi.

Halaman:

Editor: Asep Jubaeni Hamzah

Tags

Terkini

Amerika Serikat Ancam China Jika Bantu Rusia

Senin, 14 Maret 2022 | 22:16 WIB

Rangkuman Situasi Terkini Invasi Rusia ke Ukrania

Minggu, 13 Maret 2022 | 22:41 WIB

Rusia Memutus jaringan selular dan Internet

Senin, 7 Maret 2022 | 23:09 WIB

Untuk Pertama kalinya NATO Kirimkan Pasukan ke Ukraina

Sabtu, 26 Februari 2022 | 11:18 WIB

Radiasi Nuklir Chernobyl Mengalami peningkatan

Sabtu, 26 Februari 2022 | 10:22 WIB

Konflik Rusia dan Ukraina kian Memanas

Jumat, 28 Januari 2022 | 09:46 WIB

Akibat Kerusuhan, Kazakhstan dalam Status Darurat

Kamis, 6 Januari 2022 | 21:51 WIB
X