• Minggu, 2 Oktober 2022

Rusia-China Bantah Tudingan Amerika Soal Bantuan Militer

- Senin, 14 Maret 2022 | 22:24 WIB
Presiden China XI Jinping (Foto : Istimewa)
Presiden China XI Jinping (Foto : Istimewa)

Jakarta | BPKPNEWS.COM


Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, membantah tudingan yang pertama kali datang dari pejabat Amerika Serikat itu dalam jumpa pers rutin di Beijing, Senin (14/3). Zhao menyebut tuduhan Negeri Paman Sam itu sebagai informasi palsu.

"Baru-baru ini, pihak AS telah menyebarkan informasi palsu terkait China soal situasi di Ukraina dengan niat jahat," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam konferensi pers, Senin (14/3), seperti dikutip CNN.

"Posisi China dalam isu Ukraina konsisten dan jelas, dan kami memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan dialog perdamaian. Sangat penting untuk seluruh pihak agar menahan diri dan mendinginkan tensi, dibandingkan menuang bahan bakar ke api, penting untuk mendorong solusi diplomatik, dibandingkan melakukan eskalasi situasi lebih jauh," lanjutnya.

Tak hanya China, Rusia juga membantah klaim bahwa pihaknya meminta bantuan militer ke Beijing, sebagaimana dilansir Reuters.

Baca Juga: Amerika Serikat Ancam China Jika Bantu Rusia

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengklaim negaranya memiliki sumber daya militer yang cukup untuk mencapai tujuan mereka di Ukraina tepat waktu dan menyeluruh, Senin (14/3).

"Tidak. Rusia memiliki potensi independen sendiri untuk melanjutkan operasi. Seperti yang kami katakan, invasi ini berjalan sesuai rencana dan akan selesai tepat waktu dan sepenuhnya," papar Peskov.

Sebelumnya, beberapa pejabat AS mengatakan Rusia sempat meminta bantuan peralatan militer ke China.

Tak hanya itu, posisi Beijing dalam konflik Rusia-Ukraina diibaratkan mencoba berjalan dalam dua kaki. Beijing tak mengecam invasi Rusia ke Ukraina, pun tak memberikan sanksi ke Negeri Beruang Merah itu.

Baca Juga: Rangkuman Situasi Terkini Invasi Rusia ke Ukrania

Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, mengatakan bantuan China untuk Rusia amat mengkhawatirkan.

"Kami mengawasi secara ketat untuk melihat apakah China memberikan sokongan berupa materi hingga ekonomi kepada Rusia. Ini merupakan kekhawatiran bagi kami," ujar Sullivan.

"Kami terus berkomunikasi dengan Beijing kami tidak akan diam saja dan membiarkan negara manapun memberikan kemudahan Rusia dari sanksi ekonomi," lanjutnya.

(CNN/AZ)

Editor: Asep Jubaeni Hamzah

Tags

Terkini

Salman Rushdie Ditikam, Media Iran Puji Hadi Matar

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:20 WIB

Amerika Serikat Terancam Alami Resesi

Jumat, 29 Juli 2022 | 07:27 WIB

Rusia Kian Ganas Menggempur Ukraina

Sabtu, 9 Juli 2022 | 23:57 WIB
X