• Minggu, 2 Oktober 2022

Akibat Kerusuhan Makin Meluas, Status Darurat Nasional Dibatalkan Pelaksana tugas (Plt) Presiden Sri Lanka

- Rabu, 13 Juli 2022 | 22:31 WIB
Demo besar-besaran di Srilanka (Reuters/ Dinuka Liyanawette)
Demo besar-besaran di Srilanka (Reuters/ Dinuka Liyanawette)

Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Pelaksana tugas (Plt) Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe membatalkan status darurat nasional, Rabu (13/7), meski aksi demonstrasi semakin rusuh.

Pembatalan itu termasuk pencabutan aturan jam malam yang sebelumnya diterapkan pemerintah setelah Presiden Gotabaya Rajapaksa kabur ke Maladewa, seperti dikutip dari CNN.

Sebelumnya, Wickremesinghe yang menjabat sebagai Perdana Menteri ditunjuk menjadu Presiden sesuai Undang-undang di Sri Lanka.

Penunjukkan itu dilakukan beberapa jam setelah Rajapaksa kabur dari negaranya ke Maladewa pakai pesawat militer. 

"Karena Presiden Rajapaksa meninggalkan negara, dia mengatakan kepada saya bahwa dia menunjuk perdana menteri untuk bekerja sebagai presiden sesuai dengan konstitusi," ujar Ketua Parlemen Sri Lanka, Mahinda Yapa Abeywardana, Rabu (13/7).

Baca Juga: Walikota Depok Usulkan Bodebek Masuk Ke Wilayah Jakarta

Wickremesinghe sendiri sudah langsung menggunakan kewenangannya sebagai presiden dengan mendeklarasikan status darurat negara. Namun tak sampai sehari, ia mencabut status darurat tersebut.

Gelombang demonstrasi pun tak kunjung surut. Para demonstran bahkan menyerbu kantor Perdana Menteri tak lama usai penunjukkan Wickremesinghe sebagai Plt Presiden.

Seorang saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa massa pria dan perempuan menerobos penjagaan militer di sekitar kantor PM pada Rabu (13/7).

Halaman:

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

Salman Rushdie Ditikam, Media Iran Puji Hadi Matar

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:20 WIB

Amerika Serikat Terancam Alami Resesi

Jumat, 29 Juli 2022 | 07:27 WIB

Rusia Kian Ganas Menggempur Ukraina

Sabtu, 9 Juli 2022 | 23:57 WIB
X