• Selasa, 29 November 2022

Salman Rushdie Ditikam, Media Iran Puji Hadi Matar

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:20 WIB
Salman Rushdie ditikam 15 kali oleh Hadi Matar, saat dirinya manggung di sebuah acara di Chatauqua, New York pada Jumat (12/8/2022), kemungkinan dia kehilangan mata hingga sarafnya terputus (Tangkapan layar t.me/infosham41, AP, VOA)
Salman Rushdie ditikam 15 kali oleh Hadi Matar, saat dirinya manggung di sebuah acara di Chatauqua, New York pada Jumat (12/8/2022), kemungkinan dia kehilangan mata hingga sarafnya terputus (Tangkapan layar t.me/infosham41, AP, VOA)

Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Media Iran, Kayhan, memuji aksi penyerangan kepada penulis buku kontroversial Ayat-Ayat Setan, Salman Rushdie di New York. Saat ini Rushdie dalam perawatan dan menggunakan alat bantu pernapasan usai ditikam selama acara sastra.
"Bravo untuk pria pemberani dan menyadari tugasnya menyerang Salman Rushdie yang murtad dan bejat di New York," demikian bunyi laporan Kayhan, Sabtu (13/8).

Mereka kemudian melanjutkan, "Mari kita cium tangan orang yang merobek leher musuh Tuhan dengan pisau."

Sejauh ini, pihak berwenang Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyerangan terhadap Rushdie.

Rushdie mengalami penyerangan di Institut Chautauqua pada Jumat, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Ketika itu, ia berada di panggung untuk memberi kuliah.

Baca Juga: Profil Hadi Matar, Terduga Pelaku Penyerangan Terhadap Salman Rushdie

Penikam kemudian merangsek ke panggung dan menikam Rushdie berulang kali di bagian leher dan perut.

Saat kejadian, polisi langsung mendekati Rushdie dan mengamankan pelaku yang diidentifikasi sebagai Hadi Matar (24) dari New Jersey. Rushdi lalu dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Salah satu agensi Rushdie, Andre Wylie, mengatakan sampai sekarang ia belum bisa bicara dan menggunakan alat bantu pernapasan. Rushdie juga terancam buta.

"Salman kemungkinan akan kehilangan satu matanya. Saraf di lengannya terputus dan jantungnya ditusuk dan luka parah," ucap Wylie seperti dikutip AFP, Minggu (13/8).

Baca Juga: Pertamina Buka Suara Soal Kelangkaan BBM Jenis Pertalite

Rushdie menjadi sorotan dunia karena karya yang dianggap kontroversial, The Satanic Verses atau Ayat-Ayat Setan (1988). Buku ini dinilai tak menghormati Nabi Muhammad dan menghina umat Muslim.

Buku tersebut berisi soal kejadian dimana Nabi Muhammad telah keliru mengira ayat-ayat yang dibisikkan setan sebagai wahyu.

Sudah sejak lama, Rushdie menerima ancaman dan percobaan pembunuhan. Namun, berulang kali ia berhasil lolos.

Mendiang pemimpin Iran Ayatollah Khomeini bahkan mengeluarkan fatwa yang menyerukan kematian Rushdie pada 1989.

Iran kini berusaha melepas dari seruan Khomeini. Namun, sentimen anti-Rushdie masih menggaung di negara itu.

(CNN Indonesia)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

Pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar Resmi Dimulai

Senin, 21 November 2022 | 00:16 WIB

Salman Rushdie Ditikam, Media Iran Puji Hadi Matar

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:20 WIB

Amerika Serikat Terancam Alami Resesi

Jumat, 29 Juli 2022 | 07:27 WIB

Rusia Kian Ganas Menggempur Ukraina

Sabtu, 9 Juli 2022 | 23:57 WIB
X