• Minggu, 2 Oktober 2022

Lima Orang Demonstrasi Tewas Akibat Kerusuhan Di Wilayah Kurdi Iran

- Selasa, 20 September 2022 | 21:28 WIB
ilustrasi Aksi protes di Iran Barat (Donald K.S)
ilustrasi Aksi protes di Iran Barat (Donald K.S)

Jakarta, BPKPNEWS.COM --Lima orang dilaporkan tewas di wilayah Kurdi Iran gegara tertembak polisi saat demonstrasi berujung rusuh pada Senin (19/9).
Demonstrasi itu bertujuan memprotes kematian Mahsa Amini, perempuan 22 tahun, yang jatuh koma dan meninggal tak lama setelah ditangkap oleh polisi moral di Ibu Kota Teheran. Selain di wilayah Kurdistan Iran, kematian Amini memicu demonstrasi di wilayah lainnya termasuk ibu kota.

Dua orang dilaporkan tewas saat pasukan keamanan Iran menembaki pengunjuk rasa di Kota Saqez, kampung halaman Amini, menurut laporan Organisasi Hak Asasi Manusia Hengaw.

Organisasi itu melaporkan dua pedemo lainnya tewas di Kota Divandarreh karena "tembakan langsung" pasukan keamanan. Pedemo kelima dikabarkan tewas di Dehlogan saat pedemo bentrok dengan polisi.

Demonstrasi paling intens memang terjadi di wilayah Kurdi Iran. Pihak berwenang sebelumnya mengatakan telah meredam demonstrasi rusuh yang dilakukan hingga 10 juta orang.

Berbagai video di media sosial memperlihatkan protes terus meluas hingga ke kota-kota lainnya di penjuru Iran seperti Rahst, Mashhad, dan Isfahan.

Baca Juga: Andi Malaranggeng : bukan SBY Tapi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Sebagai King Maker Dalam Pilpres 2024

Sebuah video yang dibagikan oleh akun Twitter 1500tasvir, yang menerbitkan berbagai rekaman yang dikirim oleh 70.000 pengikutnya, menunjukkan mobil polisi dengan jendela pecah di Teheran. Kendaraan pasukan keamanan di dekatnya juga terlihat menembakkan meriam air ke arah pengunjuk rasa.

"Orang-orang yang melempar batu telah maju melawan polisi. Matilah diktator!" terdengar seorang wanita berkata.

Akun tersebut juga membagikan rekaman yang menunjukkan apa yang dikatakannya sebagai protes di sebuah universitas Teheran terhadap pasukan paramiliter Basij.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan ini secara independen. Tidak ada pula konfirmasi mengenai kematian para pedemo dari pihak berwenang Iran.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, hanya melaporkan ada protes "terbatas" di sejumlah kota di tujuh provinsi yang dibubarkan oleh polisi.

TV pemerintah mengatakan sejumlah pengunjuk rasa telah ditangkap tetapi membantah "beberapa klaim kematian di media sosial.

Protes kematian Amini juga terus mengalir di media sosial hingga sempat menjadi trending topic di Twitter. Sejauh ini, sejumlah tagar seperti #MahsaAmini telah diperbincangkan dalam setidaknya dua juta kicauan di Twitter.

Baca Juga: Ketua DPP PKS : Kekhawatiran SBY Terkait kecurangan di pilpres perlu di Apresiasi

Demonstrasi ini menandai beberapa kerusuhan terburuk di Iran sejak bentrokan yang dimulai pada akhir 2021 karena krisis air.

Menguak Royal Vault, Pemakaman 'Misterius' Keluarga Kerajaan Inggris
Kenapa Ratu Elizabeth Tidak Dikubur di Makam 'Misterius' Royal Vault?
Amini ditahan polisi moral Iran pada pekan lalu di Teheran gegara tidak mengenakan jilbab atau hijab sesuai ketentuan pemerintah negara Islam tersebut.

Polisi Teheran mengklaim Amini tiba-tiba mengalami masalah jantung selama berada dalam penahanan. Media pemerintah juga mengklaim ia tewas gegara menderita berbagai kondisi kesehatan sebelum penangkapannya.

Namun, pihak keluarga yakin Amini telah disiksa selama penahanan. Ayah Amini bahkan mengatakan terdapat memar-memar pada kaki jasad putrinya.

Ayah Amini pun menganggap polisi moral Iran bertanggung jawab atas kematian putrinya.

Sejumlah negara barat seperti Amerika Serikat sampai Prancis juga telah menyuarakan keprihatinannya terkait kematian Amini.

"Kematian Mahsa Amini setelah cedera yang diderita saat berada dalam tahanan polisi karena mengenakan jilbab yang 'tidak pantas' adalah penghinaan yang mengerikan dan mengerikan terhadap hak asasi manusia," kata juru bicara Gedung Putih.

(Red)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

Salman Rushdie Ditikam, Media Iran Puji Hadi Matar

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:20 WIB

Amerika Serikat Terancam Alami Resesi

Jumat, 29 Juli 2022 | 07:27 WIB

Rusia Kian Ganas Menggempur Ukraina

Sabtu, 9 Juli 2022 | 23:57 WIB
X