Rangkuman Covid: Booster Ilegal Diselidiki, Terdapat 162 Kasus Omicron Terjadi di DKI Jakarta

- Selasa, 4 Januari 2022 | 17:30 WIB
Ilustrasi Omicron Virus (poto : Istimewa)
Ilustrasi Omicron Virus (poto : Istimewa)

Jakarta | BPKPNEWS.COM

Pertambahan kasus positif Covid-19 dua minggu terakhir selalu di bawah 200 kasus per hari. Namun hari ini, Selasa (4/1), kasus harian bertambah 299 atau tertinggi pada awal tahun ini.

Pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali selama dua pekan, terhitung mulai 4 hingga 17 Januari 2022. Kebijakan ini merupakan salah satu upaya pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19.

Meski demikian pemerintah tetap melonggarkan beberapa aktivitas, seperti sekolah tatap muka (PTM) di seluruh Indonesia hingga pembukaan pusat perbelanjaan atau mal hingga 100 persen kapasitas.

Baca Juga: Polri Soal Penetapan Bahar Smith Jadi Tersangka : Sesuai Prosedur


Di sisi lain, kasus Covid-19 varian Omicron terus bertambah. Pemerintah pusat menyebut total kasus Omicron sebanyak 152, sementara Pemprov DKI Jakarta menyatakan terdapat 162 kasus Omicron di wilayah Ibu Kota.

Berikut  rangkuman informasi seputar Covid-19 selama 24 jam terakhir.

Kasus Booster Ilegal di Surabaya Masuk Penyelidikan


Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan pihaknya mulai menyelidiki dugaan sindikat jual beli vaksin booster berbayar di Kota Pahlawan.

Hal yang sama juga diungkapkan olej Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Kompol Mirzal Maulana. Ia berjanji akan mengungkapkan hasilnya kepada publik.

Baca Juga: Ancam Wartawan, Kapolres Pesisir Selatan tindak tegas Penjudi Sabung Ayam

"Kami masih penyelidikan terkait info ini. Nanti kalau ada hasil kami infokan," ujar Mirzal.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendeteksi 162 kasus virus corona (Covid-19) varian Omicron di wilayah ibu kota RI itu. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam kasus merupakan transmisi lokal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyebut dari enam transmisi lokal tersebut, salah satunya yakni pengusaha asal Medan yang sempat ke Jakarta beberapa waktu lalu.\

Baca Juga: Menhub Budi : Tidak ada Klaster Penyebaran Covid-19 Sebab, Operator Memberlakukan Aturan Ketat

"Ada enam (transmisi lokal), itu kan kasus di Jakarta ya yang kita laporkan. Enam itu ada yang pernah pelaku perjalanan dari Medan ke Jakarta aja, tapi kelihatannya masa penularan pas ada di Jakarta," kata Dwi kepada wartawan, Selasa (4/1).

PPKM DKI Kembali ke Level 2
DKI Jakarta kembali ke PPKM level 2, dari sebelumnya level 1. Keputusan Jakarta masuk dalam kategori PPKM Level 2 termaktub dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2022 tentang PPKM Jawa-Bali.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia berencana menerapkan setengah dosis (half dose) untuk suntikan ketiga vaksinasi atau booster Covid-19.

Rencana itu muncul menyusul izin penerapan setengah dosis yang dikeluarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Baca Juga: Sri Mulyani Indrawati : Pendapatan Negara di 2021 Tembus Rp2.003 Triliun, Berikut Rincian Sumbernya

Suntikan setengah dosis berlaku untuk vaksin Moderna dan Pfizer. Sebab, kedua merek vaksin itu diyakini mengandung dosis yang lebih keras.

"CDC dan FDA Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan Moderna boosternya 'half dose' karena memang dia ada isu kerasnya Moderna atau efek KIPI-nya," kata Budi di Youtube Sekretariat Presiden dikutip Selasa (4/1).

Capaian Dosis Vaksin RI
Capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia per Senin (3/1) Pukul 18.00 WIB tercatat, setidaknya 165.335.010 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 114.297.328 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19 di Indonesia.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 79,87 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 54,88 persen.

(CNN/AZ)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

Para Ahli Mengingatkan Bahayanya Covid-19 Varian Omicron

Minggu, 13 Februari 2022 | 21:25 WIB

Kasus Terkonfirmasi Covid-19 terus Alami Lonjakan

Rabu, 9 Februari 2022 | 19:31 WIB

Inilah waktu yang tepat Pemberian Vaksin Booster

Minggu, 30 Januari 2022 | 12:13 WIB
X