• Sabtu, 1 Oktober 2022

Perbedaan Sebuah Negara Atasi Pandemi , Sistem Otoriter atau Demokrasi yang Berhasil ?

- Kamis, 23 Juni 2022 | 23:45 WIB
Para Tenaga Kesahatan dalam menjalankan tugasnya (Poto : Kompas.Com)
Para Tenaga Kesahatan dalam menjalankan tugasnya (Poto : Kompas.Com)

Jakarta, BPKPNEWS.COM Telah dua tahun lebih sejak pandmei virus corona pertama kali ditetapkan. Sejak saat itu, virus ini telah menginfeksi lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia dan menjungkirbalikkan perekonomian.

Respons awal pemerintah di dunia untuk menangani pandemi mulai dari lockdown, tes massal, perintah pemakaian masker, dan karantina. Saat ini sejumlah tindakan tersebut dilonggarkan di sebagian besar negara, khususnya di Barat, setelah vaksinasi

-

Di Asia, masih muncul pertanyaan terkait sistem pemerintahan seperti apa yang ampuh atau lebih baik dalam penanganan pandemi; apakah sistem pemerintahan demokrasi atau otoriter.

Berdasarkan hasil survei Indeks Persepsi Demokrasi tahun ini, kepuasan masyarakat di Asia terhadap kebijakan pemerintah menangani pandemi lebih tinggi daripada Eropa dan Amerika Latin.

Baca Juga: Megawati : PDIP Masih Konsisten Rekomendasi Kongres V untuk Mendorong Agenda Amandemen terbatas konstitusi

Survei yang berlangsung antara 30 Maret dan 10 Mei mengumpulkan 52.785 respons dari 53 negara di seluruh dunia.

Ini menyoroti orang-orang yang hidup dalam demokrasi bebas jauh lebih tidak puas dengan respons atau tanggap Covid-19 negara mereka, dimana 51 persen mengatakan negara mereka merespons dengan baik.

Menurut Frederick DeVeaux, peneliti utama survei tersebut, tingkat kepuasan ini mencerminkan tingkat kematian akibat Covid-19.

"Walaupun banyak negara Asia masih bergulat dengan perintah masker dan lockdown, tingkat kepuasan warga negara mereka masih lebih tinggi karena mereka menghubungkannya dengan angka kematian rendah dan berpikir pemerintah mereka melakukan tugas dengan lebih baik dibandingkan Eropa dan AS, di mana kematian Covid masih lebih tinggi," jelasnya, dikutip dari South China Morning Post, Rabu (22/6).

Halaman:

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

Para Ahli Mengingatkan Bahayanya Covid-19 Varian Omicron

Minggu, 13 Februari 2022 | 21:25 WIB

Kasus Terkonfirmasi Covid-19 terus Alami Lonjakan

Rabu, 9 Februari 2022 | 19:31 WIB

Inilah waktu yang tepat Pemberian Vaksin Booster

Minggu, 30 Januari 2022 | 12:13 WIB

Apa Indonesia keliru soal OMICORN?

Sabtu, 25 Desember 2021 | 19:30 WIB

Inilah Gejala Umum dan Penyebabnya Penyakit Sepsis

Jumat, 24 Desember 2021 | 17:11 WIB

7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang

Minggu, 25 Juli 2021 | 22:37 WIB
X