• Selasa, 4 Oktober 2022

GNPK-RI Sumut : Penyidik Diduga Main Mata Dengan Tersangka Penganiyaan Wartawan

- Rabu, 16 Maret 2022 | 15:49 WIB
lambang organsisai GNPK RI (Foto : bpkpnews.com)
lambang organsisai GNPK RI (Foto : bpkpnews.com)

Bpkpnews | Medan

Terkait konfrensi pers yang dilakukan Polda Sumut, Senin sore (14/03/2022) perihal kasus penganiyaan yang dilakukan oleh empat orang diduga suruhan tersangka kasus tambang emas ilegal yang kasusnya mengendap setahun lebih di Polda Sumut terhadap wartawan topmetro.news Jeffry Barata Lubis yang bertugas di Kabupaten Madina.


Sekretaris GNPK-RI Sumut, Yulinar Lubis melalui wartawan, Rabu (16/03/2022) menyikapi pernyataan Poldasu bahwa dikarenakan mediasi tidak berlangsung baik, maka dengan inisiatif sendiri dari para tersangka langsung menghajar korban. "Jadi sewaktu terjadi pemukulan terhadap korban, ketua para tersangka tidak mengetahui. Artinya tidak ada perintah, hanya inisiatif dari tersangka"


Yulinar menilai penyidik keliru. Seharusnya penyidik teliti dalam mengungkap aktor intelektualnya. Berdasarkan bukti dilapangan dan keterangan para saksi, kasus penganiyaan ini ada keterlibatan aktor yang menyuruh.

Baca Juga: Bupati Suhatri Bur kukuhkan Forum peningkatan konsumsi ikan Kabupaten padang pariaman periode tahun 2022- 2024


Yulinar menjelaskan, keberadaan para tersangka maupun niat tersangka menjumpai korban disebabkan gerah terhadap pemberitaan "sudah jadi tersangka, setahun lebih kasusnya mengendap di tipiter Polda Sumut". Artinya tersangka kasus PETI tidak inginkan diberitakan terus menerus. Sebab dampaknya kasus tambang emas ilegal yang sudah menetapkan AAN sebagai tersangka akan diungkap kembali oleh Poldasu.


Yulinar juga menguraikan, penyidik seharusnya juga mengungkap kasus ini dari pertama pertemuan di sebuah Pujasera yang ada di Kelurahan Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan. 


"Dipertemuan itu korban JBL diundang bertemu dengan tersangka AL dan temannya AHN yang suruh atas arahan AAN untuk mencari solusi agar kasusnya (AAN) yang sudah lama mengendap di Tipiter Poldasu terkait tersangka dalam kasus Tambang ilegal tidak diberitakan lagi oleh korban".papar Yuli

Baca Juga: Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor Merasa Terkesan Kemah Bersama Presiden Jokowi

Halaman:

Editor: Asep Jubaeni Hamzah

Tags

Terkini

Launching PPM Kelurahan Utama Kota Cimahi

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:46 WIB

Libur Waisak Pantai Anyar dipadati Pengunjung

Senin, 16 Mei 2022 | 22:12 WIB
X