• Senin, 5 Desember 2022

Rediyanto ; Polisi Tak Boleh Lalai, Anggap Remeh Kasus PETI

- Senin, 18 April 2022 | 22:51 WIB
Keterangan foto : Kriminolog, DR Redyanto Sidi Jambak, SH, MH  (Foto : bpkpnews.com)
Keterangan foto : Kriminolog, DR Redyanto Sidi Jambak, SH, MH (Foto : bpkpnews.com)

Bpkpnews, MEDAN- Rediyanto Sidi Jambak, Kriminolog dari Universitas Panca Budi, Medan menilai pihak Polda Sumut meremehkan atau menganggap gampang permasalahan Penambang Emas Tidak ada Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal. Hal ini diungkapkan Rediyanto melihat Polda Sumut hingga saat ini belum juga melimpahkan tersangka dan barang bukti PETI ke tahap II kepihak Kejaksaan.

"Polda seharusnya jangan lalai. Ini pembiaran yang dilakukan oleh Polda Sumut. Pihak Polda seharusnya check kebenaran atas surat-surat yang disampaikan oleh kuasa hukum tersangka," jelas Rediyanto.

Rediyanto juga menegaskan surat sakit yang dikeluarkan oleh Pihak Rumah Sakit seharusnya dicheck kebenarannya. Apakah benar yang bersangkutan dalam keadaan sakit atau tidak.

Baca Juga: Ketua RW 016 Taman Cibiru Gelar Buka Bersama serta Santuni Anak Yatim Piatu

"Undang-undang sebenarnya juga mengatur sakit apa-apa saja. Jika memang sakitnya berat atau gawat mungkin bisa. Tapi ini berdasarkan diagnosisnya hanya gatal-gatal saja," jelas Rediyanto.


Dia juga menegaskan, dengan perbedaan ini maka pihak Polda Sumut sudah dipermainkan oleh tersangka dan kuasa hukumnya. Rediyanto mengatakan, pihak Polda Sumut bisa juga menambahkan pasal keterangan palsu untuk tersangka.
"Jika memang ternyata tersangka memberi keterangan palsu maka pihak Polda Sumut bisa menambahkan pasal memberikan keterangan palsu terhadap tersangka. Ini sudah mempermainkan Polda Sumut," jelasnya.

Baca Juga: Penyaluran BPNT Minyak Goreng dan BST Tahap 2 Tahun Anggaran 2022

Dia juga berharap pihak Polda Sumut bisa terbuka kepada publik melalui wartawan. Dia mengatakan seharusnya Polda Sumut mendukung kinerja Kapolri.
"Setiap penanganan kasus, seharusnya bisa terbuka ke publik. Melalui wartawan pihak Polda harus benar-benar terbuka," ungkap Rediyanto.

Sementara itu, pihak Polda Sumut melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, juga tidak menjawab wartawan. Hingga, sore ini (18/6) pesan Whatsapp yang dikirim hanya dibaca tanpa ada komentar.

Halaman:

Editor: Asep Jubaeni Hamzah

Tags

Terkini

Festival KUKM Kota Cimahi Tahun 2022

Sabtu, 5 November 2022 | 09:47 WIB

COD Dapat Diadopsi Pemkot dan DPRD Kota Cimahi

Kamis, 27 Oktober 2022 | 23:01 WIB

Launching PPM Kelurahan Utama Kota Cimahi

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:46 WIB
X