Bupati Suhatri Bur Sebut Museum Perang Sintuak Satu-Satunya Di Kabupaten Padang Pariaman

- Kamis, 12 Mei 2022 | 18:17 WIB
Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur  (poto : bpkpnews.com)
Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur (poto : bpkpnews.com)

Kab. Padang Pariaman,bpkp.news.com--Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sangat mendukung terwujudnya Museum Perang Sintuak di Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang. Karena, semua yang dilakukan adalah untuk memelihara dan melestarikan bukti sejarah perjuangan bangsa, khususnya di daerah Kabupaten Padang Pariaman. Sehingga sejarah perjuangan bangsa tidak hanya sebatas cerita, tapi ada bukti autentik dalam bentuk barang dan dokumen yang bisa diketahui oleh generasi selanjutnya.

Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur megatakan hal itu saat peresmian Museum Perang Sintuak di Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman,Propinsi Sumatra Barat, pada Rabu 11/5/2022 malam.

Bupati sangat mengapresiasi, inisiatif Rio Tampati Putra dan kawan-kawan untuk mendirikan Museum Perang Sintuak tersebut di Kabupaten Padang Pariaman. Karena museum Perang Sintuak merupakan museum satu-satunya di Kabupaten Padang Pariaman.

Baca Juga: Bupati Padang Pariaman Di Beri Tendangan Kehormatan Pada Peresmian Open Turnamen Karya Putra Cup II

Bupati Suhatri Bur juga mengungkapkan, bahwa beberapa hari sebelumnya Rio telah memperlihatkan dokumen dan bukti-bukti sejarah terjadinya perang di Sintuak. Dia berterima kasih, karena masih ada anak muda yang sangat peduli sejarah dengan mengumpulkan barang-barang yang menjadi bukti dan selanjutnya mendirikan museum.

“Malam ini, visualisasinya diungkapkan melalui pergelaran Randai yang tadi telah kita saksikan bersama. Bulan Oktober nanti, Randai Perang Sintuak ini akan kita tampilkan di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta,” ujar Bupati Suhatri Bur.

Harapan Rio, agar Pemkab. Padang Pariaman membantu dana untuk biaya operasional dan pengadaan etalase museum. Bupati Suhatri Bur meminta Rio terlebih dahulu membuat yayasan dan menghibahkan rumah yang telah dijadikan Museum Perang Sintuk kepada Yayasan yang telah dibentuk tersebut.

Sebelumnya, Rio Tampati Putra pendiri dan Kepala Museum Perang Sintuak melaporkan. Bahwa didirikannya museum tersebut, karena pada tahun 1947-1949 pernah terjadi kontak senjata antara pejuang Indonesia yang dibantu warga setempat dengan tentara Belanda.

Baca Juga: KEJARI WAJO DALAMI ADANYA INDIKASI MELAWAN HUKUM PADA KASUS TIPIKOR BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT)

Halaman:

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

Libur Waisak Pantai Anyar dipadati Pengunjung

Senin, 16 Mei 2022 | 22:12 WIB
X