• Sabtu, 29 Januari 2022

Analis politik : Kaim Ferdinand Hutahean Mualaf, inikan upaya untuk mengecoh saja

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 21:42 WIB
Ferdinand Hutahaean (Foto : News.Fox-24.com)
Ferdinand Hutahaean (Foto : News.Fox-24.com)

Jakarta | BPKPNEWS.COM

Setelah ramai orang yang melaporkan ujaran kebencian yang ia sampaikan di twitter, terkait 'Allahmu Lemah'. Analis politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Iman menyangsikan kesungguhan pegiat sosial media Ferdinand Hutahean, terkait keseriusan atas klaimnya telah menjadi mualaf sejak 2017.

 "Ya klaim mualaf inikan upaya untuk mengecoh saja. Bahwa ia juga muslim, jadi upaya dia untuk pembiasan dari ujaran kebenciannya soal 'Allahmu lemah', yang jadi penistaan agama," kata Arif kepada wartawan, Sabtu (8/1).

 

Akan tetapi, ia yakin publik dan aparat hukum tidak akan terkecoh dengan klaim mualaf Ferdinand tersebut. Apalagi verifikasi klaim mualaf seseorang itu tidak bisa langsung serta merta terkait dengan perilaku seseorang, menjadi terampuni kesalahan pidananya. Lagi pula, menurut dia, kasus ini sudah berproses di kepolisian, dan sudah di tahap penyidikan.

Baca Juga: Pratikno : Pemerintah Pusat belum Menentukan siapa Penjabat Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan

"Kalaupun dia (Ferdinand) mualaf benaran, itu tidak bisa menggugurkan proses hukum yang sedang berjalan," tegasnya.

Arif mengingatkan model politisi 'kutu loncat' seperti Ferdinand ini memang selalu menimbulkan masalah. Seringkali mereka ini, lanjut dia, justru mudah mengadu domba antar elemen politik, karena mereka sudah tidak punya basis politik lagi, namun mengetahui kelemahan-kelemahan politik pihak tertentu.

"Karena tidak memiliki komitmen, mereka tidak punya tanggungjawab harus ikuti aturan mana. Ya model 'kutu loncat' seperti ini loyalitasnya bukan pada ideologi partai, tapi pada kepentingan pragmatis," ungkapnya.

Karena itu, beberapa politikus yang dalam sejarah perjalanannya sering berpindah pindah partai, selalu menjadi masalah. Bahkan tidak jarang justru menimbulkan kegaduhan karena pernyataan mereka di ruang publik.

Halaman:

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Terkini

PKS : Edy Mulyadi Bukan lagi Menjadi kader PKS

Senin, 24 Januari 2022 | 10:58 WIB

Sisi Lain Megawati diungkap Guntur Soekarnoputra

Senin, 24 Januari 2022 | 10:11 WIB

Wakil Ketua MPR : Tak Setuju Apabila MPR dibubarkan

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:23 WIB

Sekber Deklarasi Dukung Jokowi-Prabowo di Pilres 2024

Sabtu, 15 Januari 2022 | 18:02 WIB

YANG SEXY DAN URGENSI

Senin, 27 Desember 2021 | 02:29 WIB

Partai Politik, Belajar Berdemokrasi Ke NU

Sabtu, 25 Desember 2021 | 00:04 WIB

Nyanyian Fals Giring Ketika Kehilangan Kata Bermakna

Jumat, 24 Desember 2021 | 22:59 WIB
X