• Selasa, 5 Juli 2022

Mantan Bupati Siduarjo Bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya dalam Kasus Korupsi Infrastruktur

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 23:02 WIB
Mantan Bupati Sidoarjo, Syaifullah (Foto : Medcom..id)
Mantan Bupati Sidoarjo, Syaifullah (Foto : Medcom..id)

BPKPNEWS.COM

Usai menjalani masa hukuman akibat korupsi proyek infrastruktur, Mantan Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Saiful Ilah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya.

Pelaksana tugas Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim Gun Gun Gunawan mengatakan Saiful meninggalkan lapas, Jumat (7/1) pukul 05.00 WIB.

"Pagi tadi dijemput anak dan kuasa hukumnya," ujar dia, Jumat (7/1).

Menurut Gun Gun, Saiful bebas setelah menjalani 2 tahun hukuman badan dan telah membayar denda sebesar Rp200 juta sesuai putusan Hakim. Yang bersangkutan juga tidak mendapatkan hak remisi dan hak lainnya.

Baca Juga: Seorang Pekerja Tewas Akibat Kebakaran di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih

"Denda sudah dibayar, sehingga bisa bebas murni tepat setelah dua tahun menjalani hukuman," urainya.

Selama mendekam di Lapas, Saiful aktif mengikuti pembinaan kerohanian dan aktif sebagai pengurus Masjid Nurul Fuad yang berada di dalam lapas.

"Yang bersangkutan banyak menghabiskan waktu untuk mengaji dan ibadah lainnya," kata Gun Gun, "Kami berharap yang terbaik untuk pak Saiful".

Saat masih berstatus Bupati Sidoarjo nonaktif, Saiful Ilah divonis pidana tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan dalam kasus tindak pidana korupsi proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca Juga: Dinas Kesehatan DKI Jakarta Mencatat sampai hari ini Jumlah Kasus mencapai 333 orang

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menyatakan mantan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam perkara pengadaan proyek infrastruktur itu, KPK menetapkan Saiful bersama lima orang lain sebagai tersangka. Penetapan ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) tim lembaga antirasuah dengan barang bukti uang senilai Rp1,8 miliar, pada 2019 silam.

Usai divonis 3 tahun penjara, Pengadilan Tinggi Jatim mengurangi hukuman pidana penjara mantan Saiful menjadi 2 tahun penjara usai menerima banding Saiful.

(red)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

X