PKS : Edy Mulyadi Bukan lagi Menjadi kader PKS

- Senin, 24 Januari 2022 | 10:58 WIB
Edy Mulyadi caleg gagal PKS yang diduga hina Kalimantan (Foto: Instagram @fakta.indo)
Edy Mulyadi caleg gagal PKS yang diduga hina Kalimantan (Foto: Instagram @fakta.indo)

Jakarta | BPKPNEWS.COM

Edy Mulyadi yang dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara (Sulut) karena menghina Ketua Umum Partai Gerindra merupakan mantan Anggota PKS. Hal itu di benarkan oleh Juru Bicara PKS Ahmad Mabruri bahkan Edy Mulyadi sempat menjadi calon legislatif dari PKS. Namun, Edy sudah tak aktif lagi di pelbagai tingkatan struktur kepengurusan PKS sampai saat ini.

"Edy Mulyadi memang pernah menjadi Caleg PKS namun setelah proses pemilu usai hingga kini yang bersangkutan tidak aktif di struktur level manapun dan bukan pejabat struktur PKS," kata Mabruri kepada wartawan, Senin (24/1).

Oleh karena itu, Mabruri menegaskan pernyataan Edy tentang Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan dan Prabowo tidak ada sangkut pautnya dengan PKS. Ia menyatakan seluruh sikap resmi PKS disampaikan Juru Bicara Resmi DPP PKS dan juga Anggota Fraksi PKS DPR RI.

Baca Juga: Menghina Menteri Pertahanan, Edi Mulyadi dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara

"Sikap resmi PKS bisa dilihat secara utuh di website dan media sosial resmi PKS," ujar dia.

Mabruri menambahkan sikap resmi PKS terhadap pemindahan IKN disampaikan dalam forum-forum yang konstitusional oleh Fraksi PKS sesuai tugas dan wewenang Anggota DPR RI.

Baginya, sikap penolakan PKS di DPR sebagai langkah konstitusional dengan argumentasi yang amat rasional.

"Sikap PKS sebagai penyeimbang pemerintah bukan berarti bersikap asal beda dan tanpa penjelasan yang lengkap dan akademik," ucap dia.

Baca Juga: Sisi Lain Megawati diungkap Guntur Soekarnoputra

Mabruri juga berharap perbincangan soal IKN dibawa ke publik dengan iklim perbincangan yang sehat.

"Anggota Fraksi PKS juga banyak diundang dalam berbagai forum publik termasuk oleh media dan menginginkan perbincangan soal IKN juga jadi perhatian publik dengan diskusi yang sehat dalam bingkai demokrasi," tambahnya.

Edy dilaporkan ke polisi pernyataannya dalam sebuah video viral yang diduga menghina Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dia menyebut Prabowo seperti 'Macan yang jadi mengeong'.

Baca Juga: Ngatiyana Resmikan Ipal Komunal di Rw. 03 Baros

Laporan itu terdaftar dalam laporan polisi (LP) bernomor LP/B/29/I/2022/SPKT/POLDA SULUT. Edy dilaporkan atas dugaan melakukan ujaran kebencian melalui media sosial pada 21 Januari 2022.

"Masak Menteri Pertahanan gini saja enggak ngerti sih? Jenderal bintang 3. Macan yang jadi kayak mengeong. Enggak ngerti begini saja. Halo, Prabowo? Prabowo Subianto, kamu dengar suara saya? Masak itu nggak masuk dalam perhitungan, kamu Menteri Pertahanan?" kata Edy dalam video yang viral itu.

(CNN/AZ)

Editor: Asep Jubaeni Hamzah

Tags

Terkini

Surya Paloh : Nasdem Menolak Penundaan Pemilu 2024

Senin, 28 Februari 2022 | 23:53 WIB

PP Muhammadiyah Kritik Rencana Pemilu 2024 ditunda

Senin, 28 Februari 2022 | 23:46 WIB

PKS : Edy Mulyadi Bukan lagi Menjadi kader PKS

Senin, 24 Januari 2022 | 10:58 WIB

Sisi Lain Megawati diungkap Guntur Soekarnoputra

Senin, 24 Januari 2022 | 10:11 WIB

Wakil Ketua MPR : Tak Setuju Apabila MPR dibubarkan

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:23 WIB
X