• Rabu, 10 Agustus 2022

Empat Orang Ajukan Gugatan Terhadap PN Surabaya Terkait Dikabulkannya Pernikahan Beda Agama

- Senin, 27 Juni 2022 | 21:38 WIB
Ilustrasi SIdang di PN Suarabaya (Poto : Istimewa)
Ilustrasi SIdang di PN Suarabaya (Poto : Istimewa)

Surabaya, BPKPNEWS,COM -- Empat orang yang mengajukan gugatan terhadap Pengadilan Negeri (PN) Surabaya karena mengabulkan permohonan pernikahan beda agama khawatir PN akan mengabulkan permohonan sesama jenis di masa mendatang.
Salah satu penggugat, Ali Muchtar menilai putusan PN Surabaya yang mengizinkan pernikahan beda agama itu bertentangan dengan UU Perkawinan serta syariat agama.

"Kalau pertimbangan putusan itu adalah HAM, kalau mau berlogika HAM, nanti ketika ada permohonan ke PN takutnya nikah sejenis dibolehkan. Dengan alasan HAM nikah antara laki-laki dikabulkan, nikah sesama perempuan dikabulkan, nikah sedarah dikabulkan, bahkan nikah dengan kambing dikabulkan," kata Ali saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (27/6).

Ali dan tiga penggugat lainnya berharap bisa menang dalam gugatan tersebut, meskipun ia menduga kemungkinannya kecil. Sebab putusan PN Surabaya itu sudah inkrah.

Namun, menurut Ali, yang penting publik tahu bahwa PN Surabaya telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Baca Juga: Presiden Jokowi ke Ukrania dan Rusia dalam kondisi Berkecamuk Perang

"Kami ingin menang. Tapi minimal, meskipun kami kalah karena permohonan itu sudah inkrah, masyarakat semua tahu bahwa putusan PN Surabaya ada perbuatan melawan hukum," ucapnya.

Adapun empat penggugat itu adalah Ali, Tabah Ali Susanto, Ahmah Khoirul Gufron, dan Shodiku. Keempatnya merupakan santri atau alumnus beberapa pesantren di Tuban, Jawa Timur.

Gugatan itu didaftarkan pada 23 Juni 2022 dengan nomor perkara 658/Pdt.G/2022/PN Sby. Tergugat tunggal adalah PN Surabaya.

Serta turut tergugat lainnya yaitu Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya, Majelis Ulama Indonesia, Persekutuan Gereja Indonesia, Pondok Pesantren Al Anwar Sarang dan Pondok Pesantren Al Qur'an (pimpinan Gus Baha).

Baca Juga: Dalam Kasus e-KTP, KPK Terima Pengembalian Aset Sebesar Rp 86 Milyar

Sementara itu Wakil Humas PN Surabaya Gede Agung mengatakan pihaknya memahami jika putusan mengabulkan permohonan pernikahan beda agama yang dikeluarkan pihaknya beberapa waktu lalu menimbulkan reaksi publik.

Sebelumnya, PN Surabaya mengabulkan permohonan dua warga Surabaya, yaitu RA yang beragama Islam dan EDS yang beragama Kristen, agar pernikahan mereka dicatat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Keduanya mengajukan permohonan pernikahan beda agama ke PN Surabaya 13 April 2022 lalu. Kemudian permohonan mereka dikabulkan pada 26 April 2022. Putusan pengadilan itu tercantum pada penetapan Nomor 916/Pdt.P/2022/PN Sby.

"Kami paham saja kalau ada reaksi semacam itu. Tapi pertimbangan hakim yang memeriksa itu kan ada acuannya. Selama dalam proses pemeriksaan mengacu pada ketentuan yang mengatur baik UU Perkawinan, UU Adminduk, dari pertimbangan itulah hakim akhrinya menetapkan mengizinkan pemohon untuk mencatatkan perkawinannya," kata Gede kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/6).

Baca Juga: Guyonan Ridwan Kamil Saat Jarinya dicakar oleh Emak-emak : Jangan Ada 'KDRT'

Menurut Gede, pihak pemohon atau keluarga pemohon sendirilah yang dapat melakukan gugatan keberatan atas penetapan tersebut.

Namun, tak menutup kemungkinan jika ada pihak lain yang bisa melakukan gugatan ke PN Surabaya untuk membatalkan penetapan tersebut. Tetapi pihak penguggat harus diperiksa kedudukan hukumnya dalam persidangan nanti.

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

Ajudan dan Sopir Istri Sambo DItetapkan Ditahan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 23:51 WIB

Pejabat BPN Cimahi Terjaring OTT Kejaksaan

Selasa, 5 Juli 2022 | 23:44 WIB
X