• Minggu, 2 Oktober 2022

Gratifikasi AMP, Antara Ruang Gelap dan Terang

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 21:53 WIB
Dadan Kurniansyah, S.IP., M.Si Pemerihati Pemerintahan, dan Dosen Kepemimpinan Pemerintahan UNSIKA
Dadan Kurniansyah, S.IP., M.Si Pemerihati Pemerintahan, dan Dosen Kepemimpinan Pemerintahan UNSIKA

CIMAHI | BPKPNEWS.COM

Terkait penangkapan mantan Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna kembali mengenakan rompi oranye tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (17/8/2022).

Sebagai Pemerhati Pemerintahan, dan juga Dosen Kepemimpinan Pemerintahan serta Wadek Akademik dan Kemahasiswaan FISIP UNSIKA, Dadan Kurniansyah, S.IP., M.Si., dalam tulisannya mensikapi permasalahan yang terjadi di Kota Cimahi.

Kronologis singkat Jubir KPK yang menerangkan proses penangkapan AMP dalam dugaan gratifikasi, menggelitik untuk ditanggapi.

Baca Juga: Kuasa Hukum Brigadir J Duga 4 Rekening Milik Almarhum Brigadir J Dikuasai Ferdy Sambo

Pertama, ruang gelap. Ruang gelap terbukti masih ada dan mungkin saja terus ada selama sistem yang dibangun dari sisi proses hukum masih dipengaruhi oleh uang.

Kekuasaan uang yang dahsyat membutakan hati nurani dan pikiran rasional siapapun termasuk pemimpin daerah, ruang gelap dibangun oleh komitmen-komitmen melanggar etika dan hukum pemerintahan yang dikemas dalam berbagai kemasan cantik untuk mengelabui semua pihak yang terkoneksi dengan kekuasaan.

Phobia yang timbul akibat penyimpangan atau deviasi prilaku menimbulkan niat untuk berbuat perbuatan menyuap, hal inilah yang terbangun di ruang gelap oleh sosok AMP.

Baca Juga: 9 Desa Binaan Babinpotdirga Lanud Sugiri Sukani Dapatkan Paket Sembako Dalam Rangkaian Hari Bhakti TNI AU Ke-7

Akhirnya, yang paling berbahaya adalah saat pada satu titik jiwa dan pikiran pemimpin akan menjadi "merasa biasa" untuk menyuap ketika dihadapkan pada masalah hukum.

Kedua, ruang terang. di ruang terang pun sangat memungkinkan terjadinya gratifikasi, fakta dalam kasus AMP adalah menggunakan kewenangan resmi yang dimiliki untuk mempengaruhi, memberikan janji jabatan bahkan menakut-nakuti bawahan (PNS) di lingkungan pemerintahan agar mengumpulkan uang untuk kepentingan sang pemimpin, dimana dalam kasus AMP diduga untuk menyuap.

Tentunya,  PNS yang berada pada level tertentu memiliki akses terhadap sumber-sumber keuangan negara yang membuka terjadinya kekeliruan lanjutan akibat tekanan sang pemimpin.

Baca Juga: Walikota Cimahi Mengatakan Jangan Ada Dusta Diantara Kita

Akhirnya, dalam proses hukum gratifikasi AMP ke penyidik KPK ini, harus hati-hati dalam menentukan siapa yang berada di ruang gelap dan siapa yang berada di ruang terang, jangan sampai gara-gara perilaku sang pemimpin lama membawa imbas rusaknya sistem pemerintahan yang akan dibangun oleh sang pemimpin baru di Kota Cimahi.

Dadan Kurniansyah, S.IP., M.Si
Pemerihati Pemerintahan, dan Dosen Kepemimpinan Pemerintahan UNSIKA

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Demokrat Lirik Anis Baswedan Untuk Maju Di Pilpres 2024

Jumat, 16 September 2022 | 23:21 WIB

Gratifikasi AMP, Antara Ruang Gelap dan Terang

Kamis, 18 Agustus 2022 | 21:53 WIB

Kelakar Guyonan Ngatiyana Saat di Tanya Wartawan

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:34 WIB

Agung Yudaswara ST Jadi Ketua DPC PDIP Kota Cimahi

Selasa, 2 Agustus 2022 | 18:45 WIB
X