• Selasa, 29 November 2022

LPSK Meragukan Putri Candrawathi jadi Saksi Pelaku Dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

- Sabtu, 20 Agustus 2022 | 22:51 WIB
Ilustrasi Logo LPSK (Tangkapan Layar lpsk.go.id)
Ilustrasi Logo LPSK (Tangkapan Layar lpsk.go.id)

Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menunggu istri mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, mengajukan permohonan menjadi justice collaborator (JC) alias saksi pelaku dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Yosua Hutabarat.
Namun, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi ragu jika Putri mau berada dalam posisi melawan suaminya dalam kasus itu.

"Apakah PC mau dalam posisi melawan suaminya? Kalau mau silakan ajukan diri sebagai JC," ujar Edwin ketika dihubungi, Sabtu (20/8).

Justice collaborator merupakan pelaku tindak pidana yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk membongkar kasus tindak pidana tertentu yang terorganisasi dan menimbulkan ancaman serius.

Baca Juga: Pengacara Bharada E : Bharada Richard Eliezer Jalani Konseling Rohani di Gedung Bareskrim

Edwin menegaskan LPSK terbuka dan akan mendalami kondisi Putri jika ia mengajukan permohonan jadi JC. Apalagi, menurutnya, status Putri bukan sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

"Tentu [terbuka menerima] dan akan kami dalami persyaratannya," ucapnya.

Putri Candrawathi resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuwat Maruf dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: Irwasum Polri : Terdapat Enam Orang Perwira Diduga Coba Menghalangi Penyidikan

Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP.

Saat ini, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E resmi menjadi justice collaborator dalam kasus itu. Ia pun mendapatkan perlindungan dari LPSK.

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

X