• Selasa, 29 November 2022

Terkait Isue Pemeriksaan Kapolda Metro Jaya, Polri : Sampai Saat Ini Belum Ada Informasi Isue Tersebut

- Minggu, 21 Agustus 2022 | 23:42 WIB
Kapolda Metro Jaya Fadil Imran   (Aktaduma.com/Adrian Dedy)
Kapolda Metro Jaya Fadil Imran (Aktaduma.com/Adrian Dedy)

Jakarta, BPKPNEWS.COM-- Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan hingga saat ini belum ada informasi mengenai pemeriksaan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Pernyataan tersebut merupakan tanggapan Dedi terkait isu Fadil Imran yang diperiksa karena terlibat kasus Brigadir J.

"Sampai dengan hari ini belum ada informasi dari timsus (Tim Khusus)," kata Dedi, dikutip dari Antara, Minggu (21/80.

Selain Fadil Imran, terdapat dua nama Kapolda lain yang juga diterpa isu serupa, yakni Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak.

Baca Juga: Kasus KKN Yang Melibatkan Dua Putra Presiden di Stop KPK, Dosen UNJ Protes dan Inilah Alasannya

Terkait kedua nama tersebut, Dedi juga menegaskan bahwa tidak ada informasi mengenai pemeriksaan kedua Kapolda tersebut.

"Iya, tidak ada info (soal pemeriksaan) dan sama-sama nunggu," ucap Dedi.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Dedi telah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Polri, kata Dedi, sampai dengan saat ini masih komitmen mengusut perkara penembakan Brigadir J dengan profesional, akuntabel, dan transparan.

"Tim khusus terus bekerja. Mohon sabar dan dukungannya. Komitmen kami sejak awal mengusut perkara ini sampai tuntas dengan mengedepankan pendekatan Scientific Crime Investigation," ucap Dedi.

Baca Juga: LPSK Meragukan Putri Candrawathi jadi Saksi Pelaku Dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Dedi telah menegaskan Polri fokus untuk menuntaskan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, khususnya terkait dengan pembuktian pasal yang sudah diterapkan.

"Timsus saat ini fokus untuk pembuktian pasal yang sudah diterapkan adalah 340 subsider 338 juncto 55 dan 56, fokus di situ. Pembuktian secara materiil baik secara formil," kata Dedi di Jakarta, Kamis (18/8).

Dedi mengatakan Timsus fokus untuk membuktikan perkara tersebut secara formil maupun materiil sehingga dapat segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

(CNN/red)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

X