• Minggu, 2 Oktober 2022

Melalui Mukernas PPP, Watimpres Jokowi Ditunjuk Menjadi Plt Ketum PPP

- Senin, 5 September 2022 | 12:12 WIB
Berikut ini adalah profil dari Muhammad Mardiono yang ditunjuk menjadi Plt Ketum PPP menggantikan Suharso Monoarfa yang telah dicopot. (Newsmedia.co.id)
Berikut ini adalah profil dari Muhammad Mardiono yang ditunjuk menjadi Plt Ketum PPP menggantikan Suharso Monoarfa yang telah dicopot. (Newsmedia.co.id)

Serang, BPKPNEWS.COM -- Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Mardiono ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP menggantikan Suharso Monoarfo. Ia membantah mengkudeta Suharso dari kursi kepemimpinan.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu mengaku hanya menerima mandat hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP untuk melanjutkan tongkat estafet.

"Tidak ada istilah kudeta, ini adalah estafet kepemimpinan menghadapi hal besar," kata Mardiono, di lokasi Mukernas, Senin (5/9).

Mardiono mengatakan telah berbicara dengan Suharso Monoarfa terkait pelaksanaan Mukernas di Kabupaten Serang, Banten. Ia belum bisa berbicara banyak dengan Suharso.

"Tadi pagi beliau juga telepon saya, karena waktunya sempit dan beliau kembali ke tanah air, maka komunikasinya tidak banyak," ujarnya.

Baca Juga: Inilah Total Kekayaan Plt. Ketum PPP Mardiono mencapai Rp1,27 triliun

Lebih lanjut, Mardiono menjelaskan peralihan kepemimpinan di tubuh PPP ini untuk kepentingan Pemilu 2024. Pihaknya juga ingin Suharso lebih fokus sebagai Kepala Bappenas.

Terlebih saat ini, kata Mardiono, banyak agenda besar yang harus diselesaikan, seperti perhelatan G20 dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

"Terutama beliau di tugas negara. Begitu juga di tugas kepartaian, agar sama-sama fokus karena tuntutan kedepan," ujarnya.

Sebelumnya, Majelis PPP telah dua kali mengirimkan surat kepada Suharso dan memintanya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PPP. Namun, Suharso tak kunjung menanggapi surat tersebut.

Baca Juga: Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa Resmi Dicopot dari Jabatannya

Selain itu, ada pula rentetan aksi yang meminta Suharso mundur dari jabatannya, antara lain dari para santri, kader PPP, hingga para pecinta kiai. Aksi tersebut merupakan buntut dari ucapan Suharso terkait "amplop kiai" dan hal lain yang dinilai tidak sesuai dengan AD/ART PPP.

CNNIndonesia.com menghubungi sejumlah pengurus DPP PPP di bawah Suharso untuk mengklarifikasi suksesi ini namun belum ada yang merespons.

(CNN Indonesia)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

Demokrat Lirik Anis Baswedan Untuk Maju Di Pilpres 2024

Jumat, 16 September 2022 | 23:21 WIB

Gratifikasi AMP, Antara Ruang Gelap dan Terang

Kamis, 18 Agustus 2022 | 21:53 WIB

Kelakar Guyonan Ngatiyana Saat di Tanya Wartawan

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:34 WIB

Agung Yudaswara ST Jadi Ketua DPC PDIP Kota Cimahi

Selasa, 2 Agustus 2022 | 18:45 WIB
X