Dani Nurahman : Untuk Mencegah Terjadinya Perundungan dibutukan Kerjasama dan Sinergisitas

- Rabu, 30 November 2022 | 12:00 WIB
Kabid Pengembangan Sapras SMP Disdik Kota Bandung, Dani Nurahman S.Ap., M.Ap (Poto : Republika Indonesia)
Kabid Pengembangan Sapras SMP Disdik Kota Bandung, Dani Nurahman S.Ap., M.Ap (Poto : Republika Indonesia)

 

Kota Bandung, BPKPNEWS.COM - Ngobrol Santai Informatif dan Edukatif bersama Kabid Pengembangan Sapras SMP Disdik Kota Bandung, H. Dani Nurahman S.Ap., M.Ap., perihal pencegahan perundungan (Pembullyan) pada siswa -siswi yang kerap terjadi, di ruang kerjanya jalan Ahmad Yani Bandung, Selasa, (29/11)

Dani mengajak, bahwa menjaga anak-anak bangsa adalah tanggungjawab kita semua. Tidak ada kata terlambat dalam pencegahan. Kampanye stop bullying perlu dimulai dari dalam rumah. Untuk mengatasi perundungan, kita semua bisa mencoba menjadi panutan yang baik, hingga mendirikan komunitas pencegahan bullying. Perlu diwaspadai bahwa bullying dapat berdampak buruk pada sekolah, kehidupan sosial dan mental anak.
 
Lanjut Dani, yang paling penting kita semua, orangtua, guru, atau masyarakat luas memahami apa itu bullying. Hal ini dilakukan agar kita dapat membedakan mana tindakan bullying dan mana tindakan bercanda di antara teman sebaya, agar bisa terpantau sejak dini.
 
 
"Apapun yang menjadi masalah bisa diatasi seperti halnya bullying juga dapat dicegah jika anak, orangtua, dan pihak sekolah mau bersinergi dan bekerjasama," jelasnya.
 
Selanjutnya Kabid, Dani memaparkan tips pencegahan yang bisa kita lakukan, diantaranya:
 
1. Berikan dukungan dan motivasi pada anak
 
Hal pertama yang harus dilakukan untuk menghentikan bullying adalah berbicara dengan anak, terutama jika mereka menjadi korban bullying.
 
Cobalah untuk lebih peka terhadap perasaan anak dan tunjukan kepedulian kita lewat kata-kata sekaligus tindakan.
 
 
Meski kita mungkin belum bisa menyelesaikan masalah bullying yang dialami anak, penting bagi mereka untuk mengetahui bahwa kita selalu peduli dan mendukung dalam segala situasi dan hal yang dirasakan.
 
2. Menjadi contoh panutan yang baik
 
Bullying adalah perilaku yang dapat dicontoh anak dari orang lain. Anak-anak biasanya mengikuti perilaku bullying dari orang dewasa.
 
Maka dari itu, kita bisa disarankan untuk selalu menjadi panutan yang baik sebagai cara pencegahan bullying. Tunjukan sifat dan perilaku positif kepada anak sejak usia dini.
 
3. Membekali anak dengan pengetahuan tentang bullying itu sendiri
 
Sampai saat ini, masih ada anak yang belum tahu bagaimana cara mengatasi bullying. Membekali anak dengan pengetahuan tentang bullying dapat menjadi cara efektif untuk mengatasi perundungan di lingkungan Anda.
 
 
Orangtua atau guru disarankan untuk berbicara secara terbuka mengenai isu bullying kepada anak.
 
Selain itu, jangan lupa untuk memberi tahu cara-cara menghindari bullying, seperti memahami perilaku apa yang termasuk dalam perundungan sehingga mereka bisa menghindarinya.
 
Tidak hanya anak-anak, para guru dan orangtua juga perlu dibekali dengan pengetahuan tentang bullying.
 
Pembekalan ini dapat membuat mereka tahu apa yang harus dilakukan jika ada peristiwa bullying yang terjadi di sekelilingnya.
 
 
4. Mendirikan komunitas stop bullying
 
Mendirikan komunitas anti bullying di lingkungan rumah atau sekolah dapat menjadi cara untuk mengatasi perundungan. Akan tetapi, harus ada banyak pihak yang turut serta dalam komunitas ini, seperti: Murid, Orangtua, Guru, Supir antar-jemput murid, Dokter di sekolah hingga Penjaga kantin. Dengan begitu, usaha pencegahan kita dalam memerangi bullying dapat lebih efektif karena banyak pihak yang membantu.
 
5. Perlu ajarkan anak untuk melawan bullying
 
Untuk mewujudkan stop bullying, ajari anak untuk melawan pelaku perundungan.
 
Menurut American Psychological Association (APA), orangtua perlu mengajari anak untuk melawan bullying jika mereka dihadapkan dengan pelakunya. 
 
Melawan bukan berarti harus melakukan tindakan fisik, tapi bisa juga dalam bentuk mengacuhkan pelaku bullying.
 
Tidak hanya itu, bantulah anak untuk berani mengadu pada teman atau guru jika mereka menjadi korban bullying.
 
6. Biarkan anak melakukan hobinya
 
Orangtua penting disarankan untuk membiarkan anak-anak melakukan hobinya yang positif.
 
Solusi bullying ini dipercaya dapat membangun rasa percaya diri anak, membantunya mendapatkan teman baru, dan mencegah mereka menjadi pelaku atau korban bullying.
 
7. Menceritakan lingkungan penuh kasih sayang di rumah
 
Seperti yang sudah diketahui, anak-anak akan meniru perlakuan orangtuanya, guru dan kita. Misalnya, jika orangtua melakukan tindakan kekerasan di rumah, anak pun bisa menirunya di luar rumah.
 
 
Maka dari itu, ciptakan lingkungan penuh kasih sayang di rumah supaya anak-anak dapat meniru perilaku positif saat mereka bersama teman-temannya. Hal ini merupakan cara mencegah bullying yang wajib dilakukan.
 
Lanjut Dani, sebenarnya masih banyak tips pencegahan bullying lainnya, tapi yang terpenting bagaimana usaha kita semua untuk pencegahan bullying itu tidak terjadi lagi.
 
"Besar harapan kita semua perundungan tidak terjadi dengan terus kita semua sinergi dan bekerjasama untuk menjaga anak-anak kita," ajaknya.
(red)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

Amanat Ketua DPD PUI Kota Cimahi di Milad Ke 105

Rabu, 21 Desember 2022 | 10:11 WIB

Penulisan Berita Dengan Unsur 5W 1H

Selasa, 18 Oktober 2022 | 10:21 WIB

Potensi Dunia Yang Diabaikan

Jumat, 9 September 2022 | 04:55 WIB
X