Ketua Umum BPKP : Arteria Dahlan, Mulutmu Comberanmu

- Selasa, 18 Januari 2022 | 21:10 WIB
Keta Umum LSM BPKP,  Tarmizi (foto : bpkpnews.com)
Keta Umum LSM BPKP, Tarmizi (foto : bpkpnews.com)

BPKPNEWS.COM

Arti bahasa sangat penting dipahami sebagai alat komunikasi. Tanpa bahasa, manusia tidak akan bisa mengungkapkan perasaan, pikiran, emosi, keinginan, dan keyakinannya. Arti bahasa merupakan alat dan mekanisme yang menentukan bagaimana manusia berhubungan dengan dunia, satu sama lain, dan, bahkan dengan dirinya sendiri.

Arti bahasa bisa sangat mendasar bagi kehidupan manusia. Arti bahasa adalah rangkuman dari semua pengalaman manusia sejak permulaan umat manusia. Selama ada bahasa dan interaksi antara orang-orang yang menuturkannya, bahasa akan terus berkembang.

Arti bahasa terutama adalah alat komunikasi, dan komunikasi hampir selalu terjadi dalam semacam konteks sosial. Arti bahasa bisa menjadi identitas bagi sebuah negara atau kelompok. Bahasa menjad alat untuk mengkomunikasikan pemikiran individu, serta kepercayaan dan praktik budaya komunitas.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR : Pemindahan Ibukota Baru harus melalui Referendum

Menurut Koentjaraningrat, bahasa adalah bagian dari kebudayaan. Hubungan antara bahasa dan kebudayaan merupakan hubungan subordinatif. Suatu bahasa berada di bawah lingkup kebudayaan. Di samping itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa bahasa dan kebudayaan mempunyai hubungan yang koordinatif, yakni hubungan yang sederajat, yang kedudukannya sama tinggi (Koentjaraningrat, 1992)

Keterkaitan hubungan dan peran bahasa dengan budaya, tentu ada beberapa kalangan tertentu yang tidak bisa menerima perbedaan. Jika seseorang atau satu kelompok nekat menjadi yang berbeda, konsekuensinya adalah kemungkinan untuk diintimidasi, didiskriminasi, atau bahkan dipersekusi. Mereka yang berani tampil “beda” bisa kehilangan hak untuk mengembangkan potensi diri, menikmati fasilitas negara yang umum, sampai menjajaki karier.

Padahal, jika kebudayaan-kebudayaan yang ada dipaksa untuk menjadi satu (forced diversity), akan terjadi perpecahan yang tidak diinginkan. Perpecahan yang dimaksud di sini adalah distorsi kebudayaan, yaitu memutarbalikkan fakta, pengabaian aturan, hukum, nilai-nilai dan sebagainya, yang tujuannya untuk memperoleh keuntungan kelompok tertentu atau pribadi. Distorsi juga bisa bermakna perubahan bentuk atau sikap akibat beberapa faktor luar yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Fadli Zon : Sebaiknya Nama Ibukota Baru bernama Jokowi

Mensikapi penyataan salah anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan yang meminta agar Kejaksaan Agung memecat seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) hanya karena berbicara bahasa Sunda saat rapat, menuai kecaman dari sejumlah kalangan.

Halaman:

Editor: Asep Jubaeni Hamzah

Tags

Terkini

Bupati Bogor Kena OTT KPK dalam Kasus Suap

Rabu, 27 April 2022 | 11:13 WIB

Jabar Provinsi Tertinggi peningkatan kasus Covid-19

Selasa, 22 Maret 2022 | 23:45 WIB
X