JRMK akan Tuntut Anis Baswedan Pada 2 Februari

- Jumat, 28 Januari 2022 | 10:24 WIB
Pasangan Anis Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno saat memenangkan Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 (foto : Istimewa)
Pasangan Anis Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno saat memenangkan Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 (foto : Istimewa)

Jakarta | BPKPNEWS.COM

Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) berencana akan menggelar aksi menuntut Anis Baswedan di depan Balai Kota Jakarta pada 2 Februari mendatang.

Dalam aksi Unras tersebut Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) akan mengerahkan 1.000 warga miskin untuk ikut dalam aksi hal tersebut disampaikan koordinator JRMK, Minawati.

Minawati mengatakan, aksi demonstrasi akan menuntut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memenuhi janji dan kontrak politik lantaran sisa masa jabatannya tinggal 9 bulan lagi.

"Jadi memang menagih janji politik dengan kontrak politik yang dilakukan bersama kami, masih banyak yang harus diselesaikan dengan sembilan bulan lagi dia gak ngejabat lagi," ujar Minawati saat dihubungi, Kamis (27/1).

Baca Juga: Mendagri : Kasus Kerangkeng Manusia di Langkat Masuk dalam KUHAP merampas kemerdekaan orang

Minawati mengatakan bahwa aksi demonstrasi merupakan upaya terakhir dari JRMK. Menurut dia, sebelum memutuskan menggelar aksi demonstrasi, mereka sudah berupaya untuk audiensi langsung dengan Anies.

Namun, upaya mereka itu selalu gagal. Padahal, mereka sudah beberapa kali mencoba menemui Anies baik di Balai Kota maupun rumah pribadi.

"Akhirnya kita ketemu di rumah pribadi, itu pun sudah malam, akhirnya ditemukan oleh beliau, saya lupa harinya. Beliau berjanji akan menemui kita hari Rabu. Ternyata tidak datang, malah kita ditemukan oleh Asbang (Asisten Pembangunan)," jelas Minawati.

Baca Juga: Ratusan Anggota LSM GMBI Diamankan Polda Jawa Barat, Inilah Penyebabnya

Dia mengatakan bahwa Anies pernah berjanji soal masalah status tanah yang dimiliki warga. Banyak warga yang masih mengalami kendala dalam kepemilikan tanah, sehingga berpotensi diambil pihak lain.

"Waktu kita ketemu dengan Asbang, mentah. Maksudnya, tidak ada kepastian soal status tanah yang kita hadapi, malah di luar dugaan kita. Oleh karena itu lah, dengan dicegat pintu sana-sini tidak ketemu akhirnya ini lah kita turunkan massa," kata dia menambahkan.


(red)

Editor: Asep Jubaeni Hamzah

Tags

Terkini

Bupati Bogor Kena OTT KPK dalam Kasus Suap

Rabu, 27 April 2022 | 11:13 WIB

Jabar Provinsi Tertinggi peningkatan kasus Covid-19

Selasa, 22 Maret 2022 | 23:45 WIB
X