• Minggu, 2 Oktober 2022

Anies Baswedan Enggan Berkomentar atas Usulan Perubahan Nama Jakarta International Stadium (JIS)

- Selasa, 21 Juni 2022 | 23:38 WIB
Anies Baswedan menjadi korban penyatutan nama tes CPNS (Instagram @aniesbaswedan)
Anies Baswedan menjadi korban penyatutan nama tes CPNS (Instagram @aniesbaswedan)

Jakarta, BPKPNEWS.com - Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan enggan berkomentar banyak terkait adanya usulan untuk mengganti nama Jakarta International Stadium (JIS) menjadi Stadion MH Thamrin. Sebelumnya, muncul petisi agar nama pahlawan nasional dan tokoh Betawi itu diabadikan pada stadion kebanggaan Jakarta itu.

Anies ditanya soal usulan perubahan nama JIS saat peresmian nama MH Thamrin menjadi nama zona Kampung MH Thamrin (sebelumnya bernama Zona A) di kantor Unit Pengelola Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (20/6).

 "Ini kita bahas terkait dengan nama jalan, nama zona (bukan JIS)," jawabnya.
 
 
JIS Dinilai Langgar UU

Sebelumnya, Sejarawan JJ Rizal membuat petisi secara daring mengusulkan nama Jakarta International Stadium (JIS) diganti menjadi Stadion MH Thamrin. Petisi ini ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelum JIS diresmikan.

 Menurut Rizal, nama JIS dinilai bermasalah dan melanggar UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan karena menggunakan Bahasa Inggris.

Dikutip dari situs resmi change.org, pada Senin 20 Juni 2022 pukul 13.17 WIB, petisi tersebut telah ditandatangani oleh 5.731 orang dari target 5.700 orang.

Kontribusi MH Thamrin pada Sepak Bola

Rizal mengatakan MH Thamrin adalah pahlawan nasional dan tokoh Betawi asli Jakarta. MH Thamrin, kata Rizal, juga memiliki visi sepak Bola modern Indonesia sebagai reaktor kebangsaan.

Baca Juga: Jampidsus KeJagung Periksa Tiga Petinggi di Lingkungan Direktorat Kementerian Perdagangan (Kemendag)

"Visi sepak bola Thamrin tumbuh dari kampung-kampung. Ia melihat sepak bola pribumi bermutu tapi didiskriminasi. Ia selalu gunakan posisinya di Gementeraaden (Dewan Kota) dan Volksraad (Dewan Rakyat) untuk menyuarakan isu ini," kata Rizal, dikutip dari situs change.org, Senin (20/6).

Selain itu, menurut Rizal, MH Thamrin melihat sepak bola sebagai medium gerakan kebangsaan. Bahkan, visi sepak bola Thamrin terbukti di negeri jajahan.

Halaman:

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

MA Prihatin Dengan Tertangkapnya Hakim Agung Oleh KPK

Sabtu, 24 September 2022 | 00:02 WIB

Tiga Partai Politik Jajaki Koalisi Usung Capres 2024

Senin, 19 September 2022 | 00:50 WIB
X