• Minggu, 2 Oktober 2022

Berbagai Organisasi Kemahasiswaan di Makassar Tolak RKUHP

- Jumat, 1 Juli 2022 | 20:21 WIB
Ilustrasi Aksi Mahasiswa  (FaktaIDN/Ist)
Ilustrasi Aksi Mahasiswa (FaktaIDN/Ist)

Makassar, BPKPNEWS.COM--Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang sementara digodok pemerintah pusat di DPR RI mendapat reaksi berbagai organisasi Kemahasiswaan di Makassar, Sulawesi Selatan
Aksi mahasiswa ini diwarnai dengan pembakaran ban bekas hingga memblokade Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Mahasiswa dari BEM Hukum dan Syariah Universitas Negeri Islam (UIN) Makassar dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya menutup jalan yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa sehingga terjadi kepadatan kendaraan yang cukup panjang.

Koordinator aksi, Razak Usman mengatakan terkait revisi KUHP dengan alasan pembaharuan sistem hukum pidana harus sejalan dengan landasan filosofis, sosiologis dan yuridis.

Baca Juga: Dua Kodamar akan Membentengi keberadaan IKN Nusantara

"Namun, terdapat hal yang bertentangan dengan negara yang mengedepankan prinsip demokrasi dan HAM. Masalahnya, hadirnya kembali pasal-pasal yang sudah tidak relevan untuk masyarakat demokratis," kata Razak, Jumat (1/7).

Menurut mahasiswa KHUP seharusnya menjadi sosial defend bagi individu maupun kelompok sosial yang terlindungi haknya maka institusi tidak layak diberikan payung hukum.

"Rezim Jokowi-Ma'ruf telah gagal total mengurus bangsa ini, karena masalah yang sangat krusial dan menyangkut tingkah laku individu mulai tertekan. Menjadikan HAM sebagai pembunuh demokrasi. Masih banyak muatan pasal yang berpotensi merugikan masyarakat," ungkapnya.

Mahasiswa pun menegaskan untuk menolak pengesahan pasal-pasal yang dianggap bermasalah dalam RKUHP.

Baca Juga: Akibat Banyak Outlet yang Ditutup, Pihak Holywings Merumahkan Para Karyawannya

"Tolak pengesahan pasal-pasal yang bermasalah dan mendesak DPR RI untuk membuka draf RKUHP ke publik," tegasnya.

Hingga saat ini, unjuk rasa mahasiswa masih berlangsung dengan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

(CNN/red)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

MA Prihatin Dengan Tertangkapnya Hakim Agung Oleh KPK

Sabtu, 24 September 2022 | 00:02 WIB

Tiga Partai Politik Jajaki Koalisi Usung Capres 2024

Senin, 19 September 2022 | 00:50 WIB
X