• Sabtu, 1 Oktober 2022

Terkait Temuan PPATK, ACT Enggan Menanggapi

- Rabu, 6 Juli 2022 | 23:04 WIB
PPATK melakukan pemblokiran sementara transaksi 60 rekening atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terhitung Rabu 6 Juli 2022 (news.act.id)
PPATK melakukan pemblokiran sementara transaksi 60 rekening atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terhitung Rabu 6 Juli 2022 (news.act.id)
 
 Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) enggan menanggapi sejumlah temuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Rabu (6/7), Presiden ACT Ibnu Khajar membatasi pembahasan dengan awak media. Pihaknya hanya ingin membahas seputar pencabutan Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) yang dikeluarkan Kementerian Sosial (Kemensos).

"Ini saja yang saya sampaikan tidak akan saya perpanjangan. Bagaimana dengan catatan PPATK? Saya tidak ingin menjawab dulu di sini," ucap Ibnu.

 

Ibu mengulang jawaban serupa saat ditanyai terkait dugaan memutar dana sumbangan lewat bisnis ke bisnis yang dibuat oleh lembaga tersebut. Menurutnya, pertanyaan itu tidak sepatutnya dilontarkan dalam konferensi pers kali ini.

"Tidak tepat untuk disampaikan di momentum kali ini," ujarnya.

Baca Juga: Kantor Cabang ACT Garut Tetap Beraktifitas Meskipun Pengumpulan Uang dan Barang sudah Dicabut oleh Pemerintah

Sementara itu, terkait dugaan aliran dana yang dilakukan oleh salah satu karyawan ke jaringan teroris Al-Qaeda, pihaknya meminta waktu untuk merenung.

"Kami perlu waktu untuk mengetahui siapa yang dimaksud. Biarkan kami merenung sejenak," kata Ibnu.

Diketahui, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan PPATK, dana-dananya yang masuk dari masyarakat ke rekening ACT tidak langsung disalurkan sebagai sumbangan. Melainkan dikelola secara bisnis untuk menghasilkan keuntungan.

Selain itu, PPATK menemukan dugaan transaksi keuangan antara pengurus Yayasan ACT dengan jaringan terorisme Al-Qaeda. Transaksi keuangan dilakukan oleh pengurus ACT ke rekening yang diduga milik jaringan terorisme Al-Qaeda.

Berdasarkan kajian dan koordinasi yang telah dilakukan PPATK, penerima aliran dana itu diduga salah satu pihak yang pernah ditangkap oleh Kepolisian Turki karena diduga terkait dengan jaringan Al-Qaeda.

Halaman:

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

MA Prihatin Dengan Tertangkapnya Hakim Agung Oleh KPK

Sabtu, 24 September 2022 | 00:02 WIB

Tiga Partai Politik Jajaki Koalisi Usung Capres 2024

Senin, 19 September 2022 | 00:50 WIB
X