• Sabtu, 1 Oktober 2022

Soal Kasus Brigadir J, Mahfud MD Ungkap Banyak Usulan Menonaktifan Irjen Ferdy Sambo kepada Kapolri

- Kamis, 14 Juli 2022 | 23:57 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD (Instagram.com/@mohmahfudmd)
Menkopolhukam Mahfud MD (Instagram.com/@mohmahfudmd)

Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) sekaligus Ketua Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mahfud MD mengaku telah menyampaikan usul untuk menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Hal itu ia sampaikan usai mendengar berbagai usulan agar polisi melakukan penyelidikan secara transparan.

"Banyak pesan-pesan disampaikan ke saya agar menyampaikan ke Kapolri untuk menonaktifkan dulu Sambo. Nah, Pak Kapolri sudah mendengar usulan itu dan pesan langsung sudah pasti sampai langsung ke Kapolri," kata Mahfud dalam siaran CNNIndonesia TV, Kamis (14/7).

Mahfud mengatakan dirinya mempersilakan Listyo mempertimbangkan usulan itu demi kelancaran proses penyelidikan.

Ia juga meminta Listyo menyingkirkan segala potensi hambatan yang dapat mempersulit proses penyelidikan. Menurutnya, Kapolri harus mengambil langkah terbaik guna meluruskan proses pemeriksaan.

Baca Juga: Ditegur Presiden Jokowi, Julhas Buka Suara soal Dugaan Kampanye Bagi Putrinya

"Kalau ingin baik silakan pilih yang terbaik dan usul-usul masyarakat punya alasan sendiri karena diantara kontroversi harus diliat alasan-alasan dan logika-logikanya dan di situ lah diperlukan pemimpin mengambil kesimpulan dan keputusan," tutupnya.

Sebelumnya, insiden baku tembak sesama anggota Polri terjadi di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/7). Insiden itu menewaskan Brigadir J selaku sopir istri Ferdy. Brigadir J tewas terkena tembakan Bharada E yang merupakan ajudan Ferdy.

Dalam insiden itu, keluarga Brigadir J mengungkapkan banyak kejanggalan. Keluarga tidak hanya melihat luka tembak, melainkan juga sayatan dan jari putus.

Baca Juga: Irwasum Polri : Polri Siap Membuka Pelbagai Data dan Temuan Terkait Kasus Yang Menewaskan Brigadir J

Brigadir J terkena tujuh luka tembak dari lima peluru yang dilesatkan Bharada E. Selain itu, keluarga tak diizinkan melihat CCTV.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun membentuk tim khusus untuk mengusut peristiwa penembakan tersebut.

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

MA Prihatin Dengan Tertangkapnya Hakim Agung Oleh KPK

Sabtu, 24 September 2022 | 00:02 WIB

Tiga Partai Politik Jajaki Koalisi Usung Capres 2024

Senin, 19 September 2022 | 00:50 WIB
X