• Sabtu, 1 Oktober 2022

PERJUANGAN TOLERANSI INDONESIA HARUS FOKUS PADA UPAYA PENEGAKAN IDEOLOGI NEGARA

- Jumat, 15 Juli 2022 | 15:10 WIB

Penulis : Andi Salim

BPKPNEWS.COM--Kebanyakan dari kita akan berusaha agar apa-apa yang menjadi konsentrasi nasional justru berharap agar datangnya langsung dari kekuatan suara rakyat, walau dengan mengandalkan civil society yang terbatas akan tetapi itulah suara kemurnian. Dimana civil society berperan serta mendukung jalannya dorongan kebijakan pembangunan sebuah negara. Maka konsep ini bisa digambarkan sebagai karakter identitas yang dimiliki masyarakat untuk mengaktualisasikan peran demokratisnya terhadap fungsi-fungsi yang bisa diperankannya, sesuai dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana yang terdapat didalam butir-butir Pancasila.

Mestinya tidak boleh terjadi hukum nasional yang bertentangan dengan norma-norma agama yang diyakini oleh masyarakat Indonesia. Walau hukum pun sangat berkaitan erat dengan kebudayaan. Dimana hukum dan Pancasila sendiri pun memang merupakan produk ciptaan manusia. Akan tetapi dalam studi hukum dikenal dengan struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum. Sehingga hukum yang diciptakan dengan karakteristik yang berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lainnya semestinya sesuai dengan kebudayaan setempat. Artinya, kebudayaan dan Agama merupakan elemen dalam pembentukan hukum kita tentunya.

Pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1985, UU No. 2 Tahun 2008, dan Undang-Undang No. 2 Tahun 2011 Tentang azas Partai Politik yang masih berlaku. Semestinya semua partai menyesuaikan diri terhadap prinsip-prinsip Hukum Negara. Namun faktanya masih ada pihak lain yang ingin memaksakan ideologi tertentu untuk menggeser atau menggantikan ideologi Pancasila. Bahkan di sinyalir jaringan pengusung ideologi lain itu telah merasuki lembaga Negara dan pemerintah, ditambah lagi dari apa yang beredar di media sosial saat ini yang menyebutkan bahwa ideologi khilafah bahkan telah menyebar subur di Indonesia sebagai ideologi transnasional yang merasuki bangsa ini.

Baca Juga: Soal Kasus Brigadir J, Mahfud MD Ungkap Banyak Usulan Menonaktifan Irjen Ferdy Sambo kepada Kapolri

Dalam hal gerakan perjuangan kebangsaan, hadirnya Toleransi Indonesia pun memiliki gagasan dan strategi yang akan dilakukan, sebab perjuangan suatu organisasi melalui pelaksanaan suatu aksi demonstrasi bukanlah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan, sebagaimana jika dikaitkan dengan istilah perjuangan darat. Oleh karenanya, Toleransi Indonesia menciptakan konsep serta menyusun pokok-pokok pikiran atau apa saja yang terkait dengan upaya tercapainya tujuan itu, termasuk mendengarkan pihak-pihak yang memiliki kompetensi dalam hal mewujudkan cita-cita organisasi ini.

Dalam konsep perjuangan Toleransi Indonesia yang bertitik fokus untuk memperdalam makna atas pemahaman nilai-nilai toleransi itu kepada pengertian yang seluas-luasnya demi membangun dan mengukuhkan, serta menguatkan dan atau sekaligus menegakkan sikap bertoleransi itu kedalam azas-azas keadilan yang saling menghormati dan menghargai serta merespon segala sesuatunya secara arif dan bijaksana. Hal itu tentu dibutuhkan perjuangan yang panjang dalam waktu yang tidak sedikit, sehingga segalanya itu akan terwujudkan demi citra kebangsaan yang baik bagi sesama putra putri bangsa.

Akan tetapi Toleransi Indonesia pun melihat adanya celah perjuangan baru bagi menampilkan kiprahnya bagi derap organisasi ini yang hadir diberbagai kesempatan, termasuk pada media perjuangan udara ( Dunia Maya ) dimana ha semacam ini dirasakan perlu untuk secara cermat dapat memainkan perannya, dengan cara memanfaatkan technology yang tersedia saat ini. Maka jaringan organisasi ini akan menjadi wadah bagi masyarakat luas melalui sarana zoom meeting atau webinar untuk berinteraksi ke semua Groupnya di media sosial, sehingga penggunaan internet sebagai upaya digitalisasi informasi dan edukasi menjadi efektif.

Baca Juga: Ditegur Presiden Jokowi, Julhas Buka Suara soal Dugaan Kampanye Bagi Putrinya

Halaman:

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Terkini

MA Prihatin Dengan Tertangkapnya Hakim Agung Oleh KPK

Sabtu, 24 September 2022 | 00:02 WIB

Tiga Partai Politik Jajaki Koalisi Usung Capres 2024

Senin, 19 September 2022 | 00:50 WIB
X