• Minggu, 2 Oktober 2022

Komnas HAM : Ada Canda Tawa Sebelum Brigadir J Tewas Tertembak

- Selasa, 26 Juli 2022 | 23:08 WIB
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan para ajudan masih bercanda tawa sebelum hari peristiwa itu terjadi. Anam menyebut hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan enam ajudan Sambo. (Screenshoot instagram/@pikiranrakyat)
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan para ajudan masih bercanda tawa sebelum hari peristiwa itu terjadi. Anam menyebut hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan enam ajudan Sambo. (Screenshoot instagram/@pikiranrakyat)

Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan situasi dan kondisi para ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo sebelum Brigadir J tewas tertembak pada 8 Juli lalu.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan para ajudan masih bercanda tawa sebelum hari peristiwa itu terjadi. Anam menyebut hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan enam ajudan Sambo.

"Sebelum Jumat (hari kematian Brigadir J) kami tarik ke belakang, kami tanya semua apa yang terjadi, bagaimana peristiwanya, bahkan kondisinya kayak apa," kata Anam di Kantor Komnas HAM, Selasa (26/7).

"Beberapa orang yang ikut dalam forum itu ngomongnya memang tertawa. Itu yang kami tanya. Jadi kami lihat spektrum bagaimana kondisinya," imbuhnya.

Baca Juga: Survei Indopol : Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintahan Presiden Joko Widodo Turun

Anam menyebut para ajudan Sambo diperiksa secara terpisah untuk mendapatkan keterangan yang sejujur-jujurnya. Masing-masing dari mereka juga ditanyai soal perilaku keseharian satu sama lain secara terpisah.

"Ini penting untuk melihat sesuatu yang kami dapatkan sendiri oleh Komnas HAM, untuk melihat constrain waktu dan melihat konteks yang terjadi dalam constrain waktu itu, termasuk tadi yang saya bilang di awal soal tertawa, tertawa," kata Anam.

"Soal tertawa kita tanya, ini kondisinya (ada) tekanan atau nggak dan sebagainya, (dijawab) bagaimana tekanan, orang tertawa-tawa kok. Itu banyak yang ngomong demikian," tambahnya.

Baca Juga: Istri TNI Jadi Korban Penembakan, Panglima TNI Minta Ungkap Keterlibatan Suaminya

Diketahui, lima ajudan Sambo diperiksa selama 7,5 jam hingga pukul 16.25 WIB. Sementara Bharada E diperiksa kurang dari lima jam, dimulai pukul 13.25 WIB.

Sebelumnya, Komnas HAM telah memeriksa tim forensik Polri yang mengautopsi jasad Brigadir J. Anam mengaku pihaknya mengantongi catatan yang komprehensif terkait luka dan kronologi.

Komnas HAM mengklaim telah sampai pada dugaan yang kian mengerucut soal waktu dan penyebab kematian serta jenis luka yang menewaskan Brigadir J.

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

MA Prihatin Dengan Tertangkapnya Hakim Agung Oleh KPK

Sabtu, 24 September 2022 | 00:02 WIB

Tiga Partai Politik Jajaki Koalisi Usung Capres 2024

Senin, 19 September 2022 | 00:50 WIB
X