• Selasa, 29 November 2022

Dilaporkan Ke Bareskrim Polri Oleh Erick Thohir, Faizal Asssegaf Bantah Soal Unggahan Di Medsos

- Sabtu, 27 Agustus 2022 | 23:45 WIB
Kolase perseteruan Faizal Assegaf dengan Erick Thohir yang saling lapor ke Bareskrim Polri (Instagram/@erickthohir/@faizal.assegaf)
Kolase perseteruan Faizal Assegaf dengan Erick Thohir yang saling lapor ke Bareskrim Polri (Instagram/@erickthohir/@faizal.assegaf)

Jakarta, BPKPNEWS.COM-- Faizal Assegaf merespons rencana Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan dirinya ke polisi.
Sebelumnya, pengacara Erick telah mengadukan Faizal ke Bareskrim Polri terkait unggahan di media sosial, pada Jumat (26/8).

Faizal mengatakan materi di media sosialnya itu adalah melanjutkan unggahan alias reposting dari konten yang sudah beredar. Dia pun membantah telah mencemarkan nama baik Erick dalam postingannya tersebut.

"Saya me-reposting konten yang sudah beredar luas di berbagai media sosial. Jadi konten itu sudah beredar di grup alumni universitas, di forum tokoh nasional, di forum ruang publik, ratusan grup WA. Pokoknya konten video Kamaruddin yang berlatar belakang merah dengan tulisan Erick menelantarkan istri dan anaknya itu," kata Faizal, seperti dikutip dari detik, Sabtu (27/8).

Faizal pun berdalih unggahannya di media sosial itu adalah ungkapan pernyataan atas diucapkan sosok di dalam video tersebut. Dia pun mengaku sudah memperjelas pertanyaan itu dalam keterangan yang mengiring unggahannya.

Baca Juga: Akibat Unggahan Di Medsos Faizal Assegaf Dilaporkan Erick Thohir ke Bareskrim Polri

"Konten yang sudah diedit itu sudah beredar luas, kemudian saya posting ke Instagram saya dengan bertanya ini hoax atau gagal paham? Karena isi video berbeda dengan latar belakang merah itu. Kenapa saya dibilang membuat video dan fitnah. Ini keterlaluan, tidak ada konfirmasi," kata dia.

Di satu sisi, dia pun mengaku tak khawatir dengan rencana dilaporkan Erick ke polisi.

"Silakan saja, kalau saya salah, saya masuk penjara. Iya (salah sasaran), mereka tidak tabayun, mereka tidak konfirmasi, dan mereka bicara tidak dengan bahasa pengacara," jelasnya.

Selain itu, dia pun menduga rencana pelaporan dirinya itu sebagai pengalihan isu dari muatan utama video yang viral tersebut yakni soal dugaan pengelolaan dana capres Rp 300 triliun.

"Ini ada mau pengalihan isu yang dilakukan Erick dan pengacara karena takut publik fokus pada Rp300 triliun. Jadi pokok masalah itu kan Rp300 triliun dana capres, kenapa bergeser jadi video editan yang direspons Erick dan pengacara soal tulisan itu," ujarnya.

Baca Juga: Ferdy Sambo Diberhentikan secara Tidak Hormat, Inilah Dasar Aturannya..

Faizal pun bingung kenapa dirinya yang akan dilaporkan. Faizal menyebut isi video yang diunggahnya itu tidak dipersoalkan pihak Erick Thohir.

"Karena saya lihat Erick Thohir kepanikan, dia sengaja mengalihkan kepada saya. Jadi berita ke saya semua, loh isi video nggak dipersoalkan. Kenapa dia nggak berani mengatakan Kamaruddin itu menyebarkan fitnah, Kamaruddin itu jahanam melakukan fitnah keji, kenapa ke saya?" sambungnya.

Dia pun mengaku akan melaporkan balik Erick Thohir dan pengacaranya ke Bareskrim.

"Saya akan lapor balik, hari Senin siang saya lapor balik. Pertama Erick Thohir dan pengacaranya karena fitnah pencemaran nama baik," kata Faizal.

Lebih lanjut, Faizal mengaku mendapat dukungan dari aktivis 98 dan kalangan pengacara soal rencana pelaporan tersebut.

Sebelumnya, Erick Thohir melalui pengacaranya, Ifdhal Kasim, mengadukan Faizal Assegaf ke Bareskrim Polri terkait unggahan di media sosial, pada Jumat (26/8).

"Faizal Assegaf telah melakukan fitnah keji atas klien kami Menteri BUMN Erick Thohir," ujarnya kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri.

Ia menjelaskan, unggahan tersebut berisikan video pengacara Kamaruddin Simanjuntak yang menuding Direktur Utama PT Taspen tengah mengelola dana untuk Capres 2024 sebesar Rp300 triliun.

Namun dalam video yang diunggah itu, Faizal justru menambahkan narasi yang tidak disampaikan oleh Kamaruddin. Faizal, kemudian melayangkan tudingan tersebut kepada Erick Thohir.


(CNN/red)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

X