• Selasa, 29 November 2022

Fadli Zon : Demokrasi Bukan Tempat Orang Yang Idealis atau Menginginkan Kemapanan

- Minggu, 4 September 2022 | 21:31 WIB
Fadli Zon (Tangkapan layar YouTube)
Fadli Zon (Tangkapan layar YouTube)

Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai demokrasi bukan tempat orang yang idealis atau menginginkan kemapanan.
Menurutnya, demokrasi saat ini adalah permainan orang kaya dan memiliki resource atau kemampuan untuk bertarung. Kendati, peran aktivis atau akademisi sangat dibutuhkan di dalamnya.

"Jadi permainan demokrasi adalah permainan orang kaya. Permainan orang yang punya uang. Permainan orang yang punya resource, dan tidak memberikan tempat kepada orang-orang yang punya idealis," kata dia dalam sebuah diskusi daring, Minggu (4/8).

Anggota Komisi I DPR itu memaparkan, pembatasan demokrasi hanya untuk bagi orang-orang yang memiliki kekuatan misalnya dilihat dari syarat pencalonan presiden.

Baca Juga: Persib Kalahkan Rans Nusantara FC dengan Skor 2-1

Menurutnya, syarat 20 persen suara partai di parlemen merupakan cara untuk membatasi akses semua pihak memunculkan sosok dalam pilpres. Sehingga, hanya para pemilik suara yang mampu mengusung calon mereka.

"20 persen PT (presidential threshold) ini tentu hanya membuat oligarki yang akan mengendalikan kepemimpinan nasional. Karena dengan demikian kalau kita lihat mudah untuk diatur," katanya.

"Bayangkan kalau kita membebaskan 20 persen itu, tentu akan lebih banyak lagi peluang bagi siapa saja untuk tampil. Bisa lima calon, tujuh calon berapa pun calon," tambahnya.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Naikan BBM Bersubsidi, Ojol Tagih Subsidi BBM

Lebih lanjut, Fadli mengungkap dua kunci untuk membangun sistem demokrasi yang baik, yaitu getting institutions right dan getting intervention right.

Dia menerangkan, getting institutions right berarti membuat institusi yang baik. Sedangkan getting intervention right berarti membuang kebijakan yang baik.

"Karena policy kalau tidak tepat demorkasi kita hanya demorkasi prosedural abal-abal. Bahkan bisa demokrasi kriminal," ujar dia.

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

X