• Selasa, 29 November 2022

Polisi Tidak Menahan Mahasiswa Yang Hina Jokowi Saat Unjuk Rasa Kenaikan BBM Di Gorontalo

- Senin, 5 September 2022 | 12:25 WIB
ilustrasi unjuk rasa mahasiswa. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
ilustrasi unjuk rasa mahasiswa. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Gorontalo, BPKPNEWS.COM -- Polisi mengatakan mahasiswa yang mengucapkan kata tak senonoh ke Presiden Joko Widodo saat unjuk rasa di Gorontalo tidak ditahan. Namun, polisi memastikan proses hukum tetap berjalan.
"Tidak ditahan. Proses hukum tetap berjalan," ujar Kapolda Gorontalo Irjen Pol Helmy Santika, Minggu (4/9).

Helmy mengungkapkan polisi telah memeriksa mahasiswa tersebut. Ia menegaskan polisi mengedepankan pendekatan secara lunak.

"Kita amankan dan melindungi yang bersangkutan dari tindakan persekusi atau bullying dari pihak tertentu. Sekaligus dilakukan pemeriksaan," katanya.

Helmy mengatakan polisi tidak menahan mahasiswa berinisial YP itu karena mempertimbangkan statusnya. Penyidik tidak ingin menghambat proses belajar YP di universitas.

"Kami tidak ingin menghambat proses belajar mengajar yang bersangkutan di kampus, karena yang bersangkutan ini kan aset bangsa," tuturnya.

Baca Juga: BIN : Kenaikan BBM Oleh Pemerintah Masih Terjangkau Oleh Masyrakat

Ia pun menyebutkan saat ini YP masih berstatus sebagai saksi. Kepada polisi, YP mengaku kata-kata senonoh itu terlontar secara spontan saat berorasi.

"Yang bersangkutan masih berstatus sebagai saksi. Saat diperiksa mengatakan bahwa apa yang dikatakan saat orasi muncul secara spontan," kata dia.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo juga memeriksa koordinator lapangan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM dan dosen yang bersangkutan.

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

X