• Selasa, 29 November 2022

Inilah Alasannya Bripka RR Bantah Skenario Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo

- Kamis, 8 September 2022 | 23:27 WIB
Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR lolos tes poligraf  (POLRI TV RADIO/youtube.com)
Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR lolos tes poligraf (POLRI TV RADIO/youtube.com)

Jakarta, BPKPNEWS.COM-- Bripka Ricky Rizal disebut mulai melawan skenario eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terkait pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Perlawanan dimulai setelah Bripka RR bertemu keluarganya.
Pengacara Bripka RR Erman Umar mengaku sang klien awalnya senada dengan atasannya dan menyatakan Brigadir J tewas di rumah dinas Sambo lantaran terlibat baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer.

"Yang pertama kan memang terbawa skenario (baku tembak Brigadir J dan Bharada E)," jelasnya kepada wartawan di Gedung Bareskrim, Kamis (8/9).

Namun, ia memastikan kliennya kini telah mencabut pernyataan tersebut dan mematahkan cerita versi mantan pimpinannya itu.

Rangkaian peristiwa sebenarnya baru diungkapkan setelah tim penyidik mendatangkan keluarga Bripka RR. Mereka kemudian meminta mantan ajudan Irjen Ferdy Sambo itu untuk mengatakan kejadian yang sebenarnya.

Baca Juga: Pengadilan Tinggi Palembang Sunat Masa Tahanan Alex Noerdin Menjadi 3 Tahun, Inilah Alasannya

"Dia berbalik arah itu setelah mungkin Richard (Bharada E) buka dan dia juga didatangi adik kandung sama istri agar minta bicara benar," ungkapnya.

Setelah itu, kata Erman, kliennya mengatakan kepada penyidik bahwa tidak ada baku-tembak yang menewaskan Brigadir J. Pernyataan Bripka RR itu juga disebut membantu pengungkapan teka teki kematian Brigadir J.

"Pada saat itu dia mulai bicara benar," tuturnya.

Dalam kasus pembunuhan Brigadir J, kepolisian telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka antara lain Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan asisten rumah tangga Kuwat Maruf, serta istri Sambo Putri Candrawathi.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. Empat tersangka sudah ditahan, sementara Putri masih menunggu pemeriksaan selanjutnya.

Baca Juga: Firli Bahuri : KPK Sudah Menahan 84 Orang Dugaan Tipikor Selama periode Januari Hingga Agustus 2022

Selain itu, polisi juga telah menetapkan tujuh orang tersangka terkait obstruction of justice dalam kasus ini. Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Mereka diduga melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

X