• Minggu, 2 Oktober 2022

Massa GEBRAK Gelar Aksi Demontrasi di Dekat Istana Menolak Kenaikan BBM

- Selasa, 13 September 2022 | 15:05 WIB
ilustrasi: Demo BBM di Kawasan Istana Negara, Polda Metro Jaya Sebut Hindari Jalanan Berikut Ini (Pixabay)
ilustrasi: Demo BBM di Kawasan Istana Negara, Polda Metro Jaya Sebut Hindari Jalanan Berikut Ini (Pixabay)

Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Massa dari Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di dekat istana presiden yakni di titik Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/9).
Mereka melakukan aksi di sana karena disekat kepolisian menggunakan barikade berlapis agar tak menerobos ke depan istana yang ada di Jalan Medan Merdeka Utara.

Dalam aksi hari ini massa buruh menyuarakan sejumlah tuntutan, termasuk menolak kenaikan harga BBM dan harga kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, massa juga menuntut pencabutan Omnibus Law UU Cipta Kerja dan menolak revisi RKUHP yang dinilai masih bermasalah.

"Desakan kami adalah pertama batalkan kenaikan BBM. Turunkan harga-harga karena rakyat semakin sulit pendapatannya, semakin minim bahkan banyak kehilangan pekerjaan, kehilangan sumber ekonomi baik di desa- maupun di kota," tutur Juru Bicara Gebrak Nining Elitos di lokasi demo.

"Terus kemudian cabut Omnibus Law UU Ciptaker, termasuk juga pembatalan revisi RKUHP," lanjutnya.

Baca Juga: KSAD Jendral Dudung Abdurachman Dianugerahi Kapolri Bintang Bhayangkara Utama

Nining mengatakan tuntutan tersebut disuarakan karena kebijakan pemerintah dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Ia juga mengatakan aksi hari ini sebagai peringatan bagi pemerintah.

Tak berhenti di situ, Nining juga menyebut buruh tengah bersiap untuk mengadakan mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap kekuasaan.

"Kebijakan ini tidak berpihak pada rakyat. Jangan sampai kemudian rakyat betul-betul marah. Hari ini adalah sebagai peringatan terhadap kekuasaan," kata Nining.

"Iya kita ini akan mempersiapkan pemogokan-pemogokan karena memang ini adalah sebagai peringatan kita pada kekuasaan. Berhentilah mengeluarkan berbagai kebijakan," sambung Nining.

Sementara itu, Nining mengklaim massa aliansi Gebrak yang datang dalam demonstrasi hari ini bakal sebanyak 10 ribu massa. Ia menjelaskan massa berasal dari buruh, mahasiswa, hingga pelajar dari berbagai wilayah.

Untuk saat ini, mereka masih menunggu massa rari mahasiswa hingga pelajar yang saat ini disebut masih dalam perjalanan.

Baca Juga: Kopral Dua Arif Kecam Pernyataan Effendi Simbolon Yang Mengibaratkan TNI Seperti Gerombolan

"Nanti ada sekitar 10.000 massa yang akan turun ke jalan, baik buruh maupun mahasiswa dan pelajar juga akan bergabung," ucapnya.

"Ini semua mahasiswa banyak yang belum datang, karena kita nanti semua elemen, semua kelompok akan (demo) bersama-sama," lanjut Nining.

Sebagai informasi aksi demo menolak kenaikan BBM terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia dari barat hingga timur sejak pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Beberapa daerah yang terpantau terjadi aksi tolak kenaikan BBM adalah Banda Aceh, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Mataram, Samarinda, Makassar, hingga Gorontalo.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax pada Sabtu (3/9) pukul 13.30 WIB.

Harga Pertalite yang semula Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, Solar naik dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM mendapat respons negatif dari publik. Demonstrasi pun bermunculan di sejumlah kota di Indonesia guna menentang keputusan tersebut.

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

MA Prihatin Dengan Tertangkapnya Hakim Agung Oleh KPK

Sabtu, 24 September 2022 | 00:02 WIB

Tiga Partai Politik Jajaki Koalisi Usung Capres 2024

Senin, 19 September 2022 | 00:50 WIB
X