• Selasa, 29 November 2022

Irma Suryani Chaniago Geram dengan Ketua Umum IDAI dalam Rapat Bahas Kasus Gagal Ginjal Akut

- Rabu, 2 November 2022 | 23:35 WIB
Politisi NasDem Irma Chaniago Kembali Menjadi Anggota DPR, Resmi Dilantik Hari Ini. (Kolase YouTube Trans TV)
Politisi NasDem Irma Chaniago Kembali Menjadi Anggota DPR, Resmi Dilantik Hari Ini. (Kolase YouTube Trans TV)

Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Anggota Komisi IX DPR fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago geram dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso.
Irma merasa dipotong saat masih bicara dalam rapat membahas kasus gagal ginjal akut di DPR pada hari ini, Rabu (2/11).

Mulanya, Ketua Umum IDAI Piprim Basarah menjelaskan bahwa gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) berpotensi besar disebabkan oleh intoksikasi atau keracunan dalam cemaran senyawa dalam sejumlah obat sirop.

"Berdasarkan teman-teman di RSCM, bahwa bukti karena intoksikasi memang kuat, satu. Kedua, bukti epidemiologis, begitu Kemenkes menyetop sirop, itu kasusnya menurun drastis," kata Piprim dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX, Rabu (2/11).

Bukti lainnya yakni pasien yang menerima obat antidotum Fomepizole jadi membaik kondisinya. Fomepizole merupakan injeksi penawar racun yang umumnya disebabkan oleh kandungan etilen glikol (EG).

Baca Juga: PT. MAP dan Cimahi Mall Dorong Informasi Publik Melalui Kerjasama Media

Anggota Anggota Komisi IX DPR fraksi Partai NasDem Irma Suryani lalu meminta Piprim untuk tidak gampang menyimpulkan penyebab penyakit gagal ginjal akut.

"Interupsi. Pak pimpinan [Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris], sedikit. Sorry pak [Piprim] sampeyan ini aneh ngomongnya. Tahu enggak aneh?" tanya Irma.

"Enggak," balas Piprim.

"Sudah dibilang dari 197 itu, ada 67 yang tidak [mengonsumsi obat sirop] mengandung EG. Apakah dari semua korban itu ditemukan memang minum sirop yang mengandung itu? Jadi jangan sekali-kali ngomong bahwa seolah-olah karena itu. Karena uji klinisnya belum jelas," kata Irma.

"Boleh saya jawab tidak," respons Piprim.

"Ya, jadi itu harus juga menjadi dasar Anda harus mengatakan A,B,C,D,E,F,G. Makanya saya bilang tadi antara Kemenkes dan BPOM ini tidak sinkron," lanjut Irma.

"Kalau tadi Anda bilang karena semua sirop ditarik kemudian menurun, itu artinya memang kandungan itu yang membuat masalah ini, kan begitu. Tapi tadi kan sampean juga bilang ada yang minum obat itu ginjalnya kena, tapi ada yang tidak minum pun katanya kena. Artinya itu belum sahih gitu lho," kata Irma.

"Sudah selesai?" timpal Piprim.

"Pak, pak tidak usah dijawab, biar saja dulu, Pak," sela Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris selaku pimpinan rapat.

"Belum. Saya belum selesai. Memang kenapa kalau saya belum selesai?" kata Irma.

"Ya saya enggak ngomong," sahut Piprim.

"Ya sudah diam dulu," balas Irma.

"Mohon maaf, ini bukan tempat debat kusir, mohon diizinkan selesai dulu, nanti bapak ada waktu menjawab," kata Charles kembali menengahi.

"Iya, jangan kamu saya lagi ngomong kamu bilang udah udah udah. Memang kamu siapa? Saya lagi ngomong malah bilang 'udah selesai, udah selesai'. Kurang ajar. Tidak boleh gitu juga kali, tidak sopan," ujar Irma.

Baca Juga: Sebagai Warga, Ricky Teddy Berharap Kedepannya Kota Cimahi Lebih Baik Lagi

Irma sebelumnya juga telah menyentil Kemenkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait buruknya pola komunikasi yang buruk.

Irma mencontohkan ketika Kemenkes seolah menyimpulkan bahwa cemaran senyawa kimia yang ditemukan dalam sejumlah obat sirop menjadi penyebab gangguan ginjal akut.

Sementara BPOM mengatakan berdasarkan hasil uji cemaran EG dalam obat belum dapat mendukung kesimpulan ihwal penyebab gangguan ginjal akut.

BPOM menganggap masih ada beberapa faktor risiko penyakit ini, seperti infeksi virus, bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca Covid-19.

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

X