• Selasa, 29 November 2022

Sidang Muktamar Muhammadiyah Akan Menentukan 13 Anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2022-2027.

- Minggu, 20 November 2022 | 00:38 WIB
Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Iriana menghadiri acara pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 yang digelar di Solo. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Iriana menghadiri acara pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 yang digelar di Solo. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Solo, BPKPNEWS.COM -- Peserta Muktamar ke-48 Muhammadiyah menyalurkan hak pilihnya pada sidang pleno yang digelar di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (19/11).
Sidang tersebut akan menentukan 13 anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2022-2027.

Sidang pemilihan ini dipandu oleh Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Muktamar ke-48 Muhammadiya Ahmad Dahlan Rais dan Sekretaris Panlih Budi Setiawan.

Pemilihan dilaksanakan secara langsung dengan sistem e-voting. Sistem tersebut telah digunakan pada Sidang Tanwir Muhammadiyah, Jumat (18/11) kemarin.

Pada saat Sidang Tanwir, Panlih Muktamar 48 Muhammadiyah menyediakan sepuluh bilik suara untuk 207 pemilih. Pada sidang pleno Muktamar kali ini, jumlah tersebut ditambah menjadi 50 bilik suara.

Penambahan tersebut dilakukan lantaran jumlah anggota Muktamar yang memiliki hak suara jauh lebih banyak dari sidang tanwir. Menurut informasi, ada sekitar 2.700 anggota yang akan menyalurkan hak suaranya pada Muktamar kali ini.

Baca Juga: Pulang Lebih Cepat dari KTT APEC di Bangkok Demi Menghadiri Muktamar Muahammadiyah, Ini Alasan Jokowi ..

Pemilihan dilakukan dengan pemanggilan peserta Muktamar untuk menyalurkan hak pilihnya di bilik suara. Pemanggilan dilakukan berdasarkan kelompok peserta.

"Kelompok pertama yang dipanggil untuk menyalurkan hak pilihnya adalah Ketua Umum dan Ketua PP Muhammadiyah yang lain," tulis keterangan pers dari panitia Muktamar.

Kemudian, pemilihan dilanjutkan oleh daerah-daerah dari wilayah timur Indonesia, tengah, hingga Barat.

Hingga saat ini, Sabtu (19/11) pukul 21.30 WIB, proses pemilihan masih berjalan dengan lancar. Beberapa daerah telah menyalurkan hak pilihnya melalui layar yang ada di bilik suara.

Sebelumnya, Sidang Tanwir Pra Muktamar telah menetapkan 39 nama Calon Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah Masa Jabatan 2022-2027.

Mereka dipilih oleh sebanyak 197 orang yang hadir dari unsur Pimpinan Pusat Muhammadiyah, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, dan perwakilan organisasi otonom tingkat pusat.

Baca Juga: Pemkot Bandung Siapkan Sejumlah Strategi dalam Menghadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Dari 39 nama tersebut akan dipilih 13 orang anggota PP Muhammadiyah yang baru.

Adapun 39 kandidat Anggota PP Muhammadiyah tersebut yaitu:

1. Anwar Abbas: 190 Suara
2. Syamsul Anwar: 182 Suara
3. Haedar Nashir: 175 Suara
4. Saad Ibrahim: 170 Suara
5. Abdul Muti: 166 Suara
6. Dadang Kahmad: 165 Suara
7. Hilman Latief: 165 Suara
8. Syafiq A. Mughni: 164 Suara
9. Amirsyah Tambunan: 164 Suara
10. Busyro Muqoddas: 164 Suara
11. Agus Taufirqurrohman: 150 Suara
12. Imam Addaruqutni: 147 Suara
13. Agung Danarto: 147 Suara
14. Marpuji Ali: 142 Suara
15. Muhadjir Effendy: 141 Suara
16. Ari Anshori: 137 Suara
17. Ahmad Dahlan Rais: 134 Suara
18. Sofyan Anif: 130 Suara
19. Muhammad Ziyad: 125 Suara
20. Khoiruddin Bashori: 122 Suara
21. Muhammad Sayuti: 121 Suara
22. Mamun Murod Al Barbasy: 121 Suara
23. Irwan Akib: 120 Suara
24. Mohammad Agus Samsudin: 118 Suara
25. Hajriyanto Y. Thohari: 115 Suara
26. Fathurrahman Kamal: 113 Suara
27. Armyn Gultom: 109 Suara
28. Zakiyudin Baidhawy: 107 Suara
29. Agus Sukaca: 106 Suara
30. Hamim Ilyas: 105 Suara
31. Untung Cahyono: 103 Suara
32. M. Rizal Fadilah: 103 Suara
33. Budi Setiawan: 103 Suara
34. Ambo Asse: 100 Suara
35. Bambang Setiaji: 99 Suara
36. Ahmad Khairuddin: 99 Suara
37. Asep Purnama Bahtiar: 99 Suara
38. Syaifullah: 97 Suara
39. Saidul Amin: 91 Suara

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

X