Inilah cerita Pengungsi Gempa Bumi Cianjur yang Terpaksa Tidur di Area Pemakaman

- Minggu, 27 November 2022 | 23:23 WIB
Angkut pengungsi gempa Cianjur di daerah terpencil, disatukan dengan jenazah.*
Angkut pengungsi gempa Cianjur di daerah terpencil, disatukan dengan jenazah.*

Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Sejumlah korban gempa Cianjur di Kampung Rawa Cina, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur terpaksa mengungsi di area pemakaman umum.
Dede Nuryati, selaku ketua RT setempat, bercerita bahwa lokasi itu memang sengaja dipilih lantaran tidak ada lagi lahan kosong di sekitar area yang dapat dijadikan tempat pengungsian.

Berdasarkan pantauan tim liputan, di sekitar lokasi pengungsian itu memang tidak ada lagi lokasi yang memadai untuk ditinggali sementara. Sedangkan mayoritas rumah penduduk di sana mengalami kerusakan yang cukup berat dan tak lagi bisa dihuni.

Atas dasar itulah, kata dia, warga secara mandiri langsung mendirikan tenda darurat di atas tanah pemakaman.

"Tidak ada lahan lagi, kecuali ini tempat pemakaman. Kalau mau di pinggir jalan, sebelahan sama jurang. Justru takut kalau ada gempa atau hujan besar," ujarnya saat ditemui tim liputan, Minggu (27/11).

Dede bersama sekitar 100 pengungsi lainnya terlihat saling berbagi, mengisi setiap sudut pemakaman. Tidak jarang nisan-nisan terlihat di dalam tenda pengungsi warga Kampung Rawa Cina.

Baca Juga: Korban Jiwa akibat Gempa di Kabupaten Cianjur Bertambah Menjadi 321 orang

Selain dipenuhi oleh pengungsi, area tersebut juga jadi tempat pemakaman korban tewas akibat gempa Cianjur beberapa waktu lalu.

Menurut Dede, kurang lebih ada belasan warga yang telah dikebumikan pasca-gempa tersebut.

Dede sendiri mengaku takut harus bermukim sementara di atas area pemakaman. Namun, terbatasnya lokasi dan masih banyaknya gempa susulan membuat Dede dan para pengungsi lainnya tak punya opsi lain untuk bertahan.

"Takut ya takut, tapi mau bagaimana lagi, dijalani saja," tuturnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sesalkan Pencabutan Label Gereja di Tenda Pengungsian Gempa Cianjur

Saat ini, bantuan-bantuan logistik juga sudah mulai berdatangan ketimbang hari-hari sebelumnya. Fasilitas sanitasi untuk mandi cuci kakus juga telah disediakan.

Dede berharap kondisi bencana ini dapat segera berlalu dan masyarakat setempat dapat kembali memulai hidupnya lagi.

Dede Nuryati, selaku ketua RT setempat, bercerita bahwa lokasi itu memang sengaja dipilih lantaran tidak ada lagi lahan kosong di sekitar area yang dapat dijadikan tempat pengungsian.

Berdasarkan pantauan Tim liputan, di sekitar lokasi pengungsian itu memang tidak ada lagi lokasi yang memadai untuk ditinggali sementara. Sedangkan mayoritas rumah penduduk di sana mengalami kerusakan yang cukup berat dan tak lagi bisa dihuni.

Atas dasar itulah, kata dia, warga secara mandiri langsung mendirikan tenda darurat di atas tanah pemakaman.

Baca Juga: DKM. Baeturohmah Kelurahan Binong Salurkan Bantuan Kemanusiaan Masyarakat Terkena Dampak Gempa di Cianjur

"Tidak ada lahan lagi, kecuali ini tempat pemakaman. Kalau mau di pinggir jalan, sebelahan sama jurang. Justru takut kalau ada gempa atau hujan besar," ujarnya, Minggu (27/11).

Dede bersama sekitar 100 pengungsi lainnya terlihat saling berbagi, mengisi setiap sudut pemakaman. Tidak jarang nisan-nisan terlihat di dalam tenda pengungsi warga Kampung Rawa Cina.

Selain dipenuhi oleh pengungsi, area tersebut juga jadi tempat pemakaman korban tewas akibat gempa Cianjur beberapa waktu lalu.

Menurut Dede, kurang lebih ada belasan warga yang telah dikebumikan pasca-gempa tersebut.

Baca Juga: PPWI Berduka, Beristirahatlah dalam Damai Bang Danny Siagian

Dede sendiri mengaku takut harus bermukim sementara di atas area pemakaman. Namun, terbatasnya lokasi dan masih banyaknya gempa susulan membuat Dede dan para pengungsi lainnya tak punya opsi lain untuk bertahan.

"Takut ya takut, tapi mau bagaimana lagi, dijalani saja," tuturnya.

Saat ini, bantuan-bantuan logistik juga sudah mulai berdatangan ketimbang hari-hari sebelumnya. Fasilitas sanitasi untuk mandi cuci kakus juga telah disediakan.

Dede berharap kondisi bencana ini dapat segera berlalu dan masyarakat setempat dapat kembali memulai hidupnya lagi.

(red/CNN)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

Mengapa Orang Terkenal Bunuh Diri?

Kamis, 19 Januari 2023 | 08:55 WIB

Ferdy Sambo Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup

Rabu, 18 Januari 2023 | 18:01 WIB
X