• Selasa, 5 Juli 2022

Panglima TNI Jendral Andika Perkasa Bongkar Kebohongan di Kasus Kematian 3 TNI

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 17:51 WIB
PAnglima TNI, Jendral Andika Perkasa (Foto : Istimewa)
PAnglima TNI, Jendral Andika Perkasa (Foto : Istimewa)

Jakarta | BPKPNEWS.COM

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bongkar adanya kebohongan dalam kasus kematian 3 orang prajurit TNI di Papua, Kamis (27/1). Kasus tersebut bermula dari pengerahan pasukan di Distrik Gome, Kabupaten Puncak.

Saat itu, TNI terlibat kontak tembak dengan Tentara Pembebasan Nasioal Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pada dini hari. TPNPB-OPM kelompok Lekagak Telenggen disebut melakukan serangan ke pos militer sekitar 05.00 WIT.

Kontak senjata berlangsung hingga siang hari. Tiga prajurit TNI dikabarkan tewas dalam kejadian itu. Mereka adalah Serda Rizal, Pratu Baraza, dan Pratu Rahman.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Aktivis HAM Tempuh Jalur Hukum

Setelah 1,5 bulan dari kejadian itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mencium sejumlah kejanggalan. Dia menemukan kelalaian komandan kompi (Danki) yang berujung kematian tiga orang prajurit.

Andika berkata danki tersebut menggelar pasukan demi pencairan uang. Dia menutupi alasan itu dari komandan batalyon.

"Ternyata hasilnya berbohong. Yang terjadi bukan yang dilaporkan dan yang terjadi ini disembunyikan oleh si Danki dari komandan batalyon," kata Andika melalui akun YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, Jumat (18/3).

Andika berkata tiga anggota TNI memang ditembak oleh TPNPB-OPM. Namun, danki turut andil dalam kematian para prajurit karena tidak memperhitungkan lokasi gelar pasukan.

Baca Juga: Melalui Akun Medsos, AAN Diduga Tebar Teror, Berkas Pengeroyokan Wartawan Segera Tahap I

Dia menyebut danki memilih lokasi gelar pasukan hanya untuk mendapatkan tambahan uang. Ia tak memikirkan keselamatan para prajurit.

"Pertimbangan pendek sekali, hanya soal, 'O, kita dapat uang tambahan untuk pengamanan di situ,' dikorbankan semua," ujar Andika. Andika memerintahkan Pusat Polisi Militer (POM) TNI untuk memproses hukum kejadian itu. Ia ingin danki mendapat sanksi dari kebohongan tersebut.

(CNN Indonesia)

Editor: Asep Jubaeni Hamzah

Tags

Terkini

X