• Minggu, 2 Oktober 2022

Istri TNI Jadi Korban Penembakan, Panglima TNI Minta Ungkap Keterlibatan Suaminya

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 08:49 WIB
Panglima TNI, Jendral TNI Andika Perkasa
Panglima TNI, Jendral TNI Andika Perkasa

Jakarta, BPKPNEWS.COM -- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta agar prajurit Arhanud, Kopral Dua Muslimin, suami korban penembakan, Rina Wulandari, di Semarang. Muslimin dicurigai terlibat dalam penembakan dan keberadaannya masih misterius.
Rina Wulandari adalah istri Muslimin yang ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya, Banyumanik, Semarang, pada Senin (18/7). Andika menuturkan pemeriksaan saksi berikut barang elektronik mengarahkan keterlibatan Muslimin dalam penembakan sang istri.

"Karena sudah pemeriksaan bukan hanya saksi, tapi juga dari elektronik dan semuanya mengarah ke sana (suami terlibat). Jadi itulah yang kami dapatkan sejauh ini. Hanya sekarang kan suami korban ini lari, dan ini sedang kita cari dan ini kita tidak akan berhenti," kata Andika usai memberi pembekalan kepada taruna/taruna AAL, di Mako Kolinlamil, Jakarta Utara, Jumat (22/7).

Dia melanjutkan saksi-saksi sudah diperiksa termasuk saksi yang memiliki hubungan asmara dengan suami korban. Namun Andika tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hubungan tersebut.

Baca Juga: Bupati Mandailing Natal Launching 104 Inovasi Daerah.

Andika menyatakan akan mengusut tuntas kasus penembakan Rina Wulandari. Jika terbukti bersalah, Muslimin bisa dikenakan beberapa pasal termasuk pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Pada Senin (18/7) Rini Wulandari ditembak orang tidak dikenal di depan rumahnya, di Banyumanik, Semarang. Pelaku diketahui sebanyak dua orang dengan mengendarai sepeda motor.

Pelaku melepaskan dua tembakan yang mengenai perut korban. Akibatnya, Rina mengalami luka bagian perut dan kini dalam perawatan medis di rumah sakit.

Awalnya, Muslimin mengantar sang istri ke rumah sakit dan menunggu operasi pengangkatan proyektil peluru. Namun di hari berikutnya, ia mendadak menghilang.

"Esok harinya yang bersangkutan tidak hadir. Kami pagi ada apel, sore juga. Namun yang bersangkutan tidak ada," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV Diponegoro Letkol Infantri Bambang Hermanto di Mapolrestabes Semarang.

Baca Juga: Kronologis Penangkapan Nikita Mirzani Oleh Polisi

Oleh karenanya, Muslimin dinyatakan berstatus Tidak Hadir Tanpa Ijin (THTI). Pihaknya sudah mengupayakan pencarian tetapi nihil. Pun Muslimin tidak bisa dikontak.

Dugaan keterlibatan Muslimin dalam penembakan sang istri semakin kuat setelah penangkapan salah satu pelaku berinisial S di Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

"Penyidikan sementara hasilnya itu, pelaku disuruh suami korban. Saat ini yang bersangkutan masih dibawa oleh tim gabungan mencari pelaku lain," kata Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Irwan Anwar di Mapolrestabes Semarang, kemarin petang.

Menurut Irwan, absennya Muslimin dan misteri keberadaanya sinkron dengan pernyataan pelaku. Kecurigaan pihak kepolisian terbukti. Ia yang seharusnya mendampingi istri dan anak malah menghilang tanpa jejak.

(CNN Indonesia)

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

TNI Kodam Diponegoro Ungkap Kematian Kopda Muslimin

Kamis, 1 September 2022 | 10:58 WIB
X