Ini Tanggapan Laksamana Yudo Terkait kasus Pemerkosaan Paspamres Perkosa Prajurit Wanita

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 07:39 WIB
Laksamana Yudo Margono saat menjalani fit and proper test (Dok. Tangkap Layar Instagram @tni_angkatan_laut) (Instagram @tni_angkatan_laut)
Laksamana Yudo Margono saat menjalani fit and proper test (Dok. Tangkap Layar Instagram @tni_angkatan_laut) (Instagram @tni_angkatan_laut)

 

BANDUNG, BPKPNEWS.COM-- Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono angkat bicara soal perwira menengah yang menjabat wakil komandan di salah satu detasemen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) diduga melalukan pemerkosaan.

Korban adalah seorang prajurit wanita Divisi Infanteri 3/Kostrad.  Perwira tersebut berinisial Mayor Infanteri BF. Sementara, prajurit wanita itu ada Letda Caj (K) GER. Dugaan pemerkosaan itu terjadi di Bali pada pertengahan November 2022.

Yudo memastikan, dirinya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait adanya kabar tersebut. Namun, bila sifatnya pidana, ia menekankan kasus tersebut akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Anggota Polres Sukabumi Berikan Bantuan Kepada Rekannya Yang Berasal Dari Kabupaten Cianjur

"Saya belum tahu itu. Nanti kami akan cek. Karena ini matra darat, kami ada Puspomad, ada Puspomal dan Puspomau. Jadi, pasti kalau sifatnya pidana, pasti akan dilaksanakan proses hukum di pom masing-masing-masing," kata Yudo usai fit and proper test calon Panglima TNI di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 2 Desember 2022.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, perbuatan Mayor Infanteri BF sudah memenuhi unsur pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Karena itu, menurutnya yang bersangkutan harus dipecat. 

"Kalau satu itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada," kata Andika Kamis kemarin. Apalagi, kata dia, korban masih berasal dari keluarga besar TNI.

Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mulai Beroperasi Juni 2023

"Kedua, adalah dilakukan sesama keluarga besar TNI, bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja, maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus," imbuhnya. 

Halaman:

Editor: Ahmad Tarmizi, SE

Tags

Terkini

TNI Kodam Diponegoro Ungkap Kematian Kopda Muslimin

Kamis, 1 September 2022 | 10:58 WIB
X